Beda ISPA dan Influenza, Ini Gejala hingga Cara Mencegahnya

Beda ISPA dan Influenza, Ini Gejala hingga Cara Mencegahnya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Selasa, 29 Sep 2026 06:00 WIB
A young woman sits on a couch, wrapped in a blanket, using a tissue, clearly feeling unwell and battling cold or flu symptoms.
Ilustrasi flu. (Foto: Getty Images/wichayada suwanachun)
Palembang -

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan influenza (flu) sering kali dianggap sebagai penyakit yang sama oleh masyarakat. Padahal, keduanya memiliki perbedaan signifikan dari segi penyebab, cakupan organ yang diinfeksi, hingga tingkat keparahan gejala yang muncul.

Kemiripan gejala awal antara ISPA dan influenza kerap memicu kebingungan. Pasalnya, kedua penyakit ini sama-sama menyerang sistem pernapasan manusia dengan keluhan umum seperti:

  • Batuk dan bersin-bersin
  • Demam ringan hingga tinggi
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Nyeri atau sakit tenggorokan

Apa Itu ISPA dan Influenza?

Secara medis, ISPA dan influenza memiliki definisi serta cakupan infeksi yang berbeda di dalam saluran pernapasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman Puskesmas Kalitanjung Cirebon Kota, ISPA adalah istilah payung (umbrella term) untuk infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas (hidung dan tenggorokan) maupun bagian bawah (paru-paru).

Penyakit ini dapat dipicu oleh pelbagai jenis virus maupun bakteri. Sementara itu, influenza adalah penyakit pernapasan spesifik yang hanya disebabkan oleh virus influenza. Dengan kata lain, influenza merupakan salah satu jenis dari ISPA, namun tidak semua kasus ISPA adalah influenza.

ADVERTISEMENT

Perbedaan Ciri dan Gejala ISPA vs Influenza

Meskipun terlihat serupa, terdapat beberapa karakter gejala khas yang membedakan antara influenza dan ISPA secara umum. Berikut adalah perbedaan utama ciri dan gejala dari kedua gangguan pernapasan tersebut:

Influenza (Flu)

  • Penyebab: Spesifik disebabkan oleh infeksi virus influenza.
  • Gejala: kemunculan gejala cenderung terjadi secara mendadak/tiba-tiba.
  • Ciri Khas: Sering disertai demam tinggi, menggigil, nyeri otot/pegal linu seluruh tubuh (myalgia), sakit kepala hebat, dan rasa lelah yang sangat ekstrem.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

  • Penyebab: Kelompok infeksi yang disebabkan oleh bermacam patogen (virus, bakteri, atau mikroorganisme lain).
  • Gejala: Kemunculan gejala bervariasi dari ringan hingga perlahan memburuk.
  • Ciri Khas: Gejala bervariasi mulai dari batuk, pilek, hidung tersumbat, hingga sakit tenggorokan. ISPA tidak selalu disertai demam tinggi, namun pada kasus berat dapat berkembang hingga memicu sesak napas (pneumonia).

Sebagian besar infeksi pernapasan ini dapat membaik dengan perawatan mandiri dan istirahat yang cukup. Namun, kewaspadaan ekstra tetap diperlukan bila infeksi dialami oleh kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid).

Langkah Efektif Mencegah ISPA dan Influenza

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kunci utama untuk meminimalkan risiko penularan infeksi pernapasan, terutama saat musim kemarau dan cuaca berdebu atau berasap.

Bagi detikers, berikut adalah beberapa langkah pencegahan efektif yang dapat diterapkan sehari-hari:

  • Mencuci Tangan: Rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Menggunakan Masker: Selalu gunakan masker saat sedang sakit pernapasan atau ketika berada di kerumunan dan area berdebu.
  • Etika Batuk dan Bersin: Tutup hidung dan mulut menggunakan siku bagian dalam atau tisu saat batuk maupun bersin.
  • Menjaga Jarak: Hindari kontak fisik secara langsung dengan orang yang sedang menunjukkan gejala sakit pernapasan.
  • Pola Hidup Sehat: Cukupi waktu istirahat, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan penuhi asupan cairan tubuh.
  • Hindari Paparan Polusi: Jauhi asap rokok, polusi kendaraan, serta paparan kabut asap di luar ruangan.

Kapan Harus Segera Berobat ke Dokter?

Penanganan medis secara cepat sangat diperlukan apabila gejala gangguan pernapasan memburuk atau tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Masyarakat imbau untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan tanda-tanda bahaya (warning signs) berikut:

  • Mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas yang berat
  • Nyeri atau rasa tertekan di dada
  • Demam tinggi yang menetap dan tidak turun dengan obat penurun panas
  • Batuk yang semakin berat, berdahak kental/berdarah, atau berlangsung lama
  • Kondisi fisik tubuh semakin melemah dan mengalami penurunan kesadaran
  • Asupan makanan dan minuman terganggu sehingga berisiko dehidrasi
  • Gejala kembali memburuk secara mendadak setelah sebelumnya sempat membaik

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads