Karhutla di Way Kambas, BPBD Lampung Jajaki Operasi Modifikasi Cuaca

Lampung

Karhutla di Way Kambas, BPBD Lampung Jajaki Operasi Modifikasi Cuaca

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 28 Sep 2026 21:00 WIB
Upaya pemadaman karhutla di TN Way Kambas Lampung
Foto: Upaya pemadaman karhutla di TN Way Kambas Lampung (Dok. BPBD Lampung)
Lampung Timur -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, belum sepenuhnya padam meski pemadaman melalui water bombing telah dilakukan. BPBD Lampung kini menjajaki Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan.

Kepala BPBD Lampung Aswarodi mengatakan rencana OMC masih menunggu analisis kondisi cuaca dari BMKG. Salah satu syarat utama pelaksanaan OMC adalah adanya pertumbuhan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.

"Kita sebenarnya ingin mengusulkan OMC. Saya lagi WhatsApp ke BMKG. Sebab kalau enggak ada awan, ya enggak bisa juga kita OMC. Dia harus ada pertumbuhan awan," katanya, Senin (28/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, BPBD telah meminta BMKG menganalisis potensi pertumbuhan awan di wilayah Lampung. Hasil analisis tersebut dijadwalkan diterima hari ini.

"Kalau ada awan, kita usulkan OMC," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Aswarodi mengatakan kondisi lahan yang terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Sebagian kawasan disebut merupakan lahan gambut sehingga bara api berpotensi masih bertahan di bawah permukaan meski bagian atasnya telah disiram.

"Sudah kita intervensi juga belum tentu dia padam total. Kita berharap juga ada hujan," katanya.

Upaya pemadaman dari udara maupun darat masih dilakukan untuk mencegah api kembali meluas. Menurut Aswarodi, api dapat kembali menjalar apabila titik-titik yang terbakar tidak segera dipisahkan, terlebih jika kondisi kering dan angin bertiup.

"Kalau dia enggak terpisah, rentang waktu yang panjang, apalagi enggak ada hujan, angin, dia melebar lagi," jelasnya.

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla di TNWK. BMKG sebelumnya menyampaikan adanya kondisi El Nino dengan intensitas sangat kuat serta memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Indonesia mengalami kemunduran dari rata-rata klimatologis.

Sejumlah wilayah di Lampung juga masuk dalam kategori peringatan dini kekeringan meteorologis.

BPBD Lampung kini masih mengandalkan pemadaman melalui darat dan udara sembari menunggu hasil analisis BMKG terkait peluang pelaksanaan OMC.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads