Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Petugas pemadam bersama warga masih berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Berdasarkan data penanganan di lapangan, salah satu kebakaran terjadi di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpe Ulu. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.
"Untuk lokasi ini, pemilik lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan Polsek Kumpe Ulu. Dan saat ini ada sebanyak 11 personel tim RPK dari perusahaan di sekitar itu sudah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan hingga kini proses penanganan masih berlangsung," kata Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS) kepada detikSumbagsel, Sabtu (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lahan yang terbakar disana, BBS juga menyebut kebakaran lainnya terjadi di lahan warga RT 09, Jalan Ness. Dimana, dilokasi itu kata dia, luas lahan yang terbakar juga diperkirakan sekitar 3 hektare.
"Disana kemaren dan semalam Tim sudah diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan pemadaman selama sekitar tiga jam, dan sekarang dalam masa pendinginan di lahan itu," ujarnya
BBS mengatakan karhutla yang terjadi di kawasan Ness itu meruapakan lahan mineral, dalam proses pemadaman tersebut dia menyebut petugas menggunakan traktor yang dilengkapi tangki air dan mesin semprot.
"Petugas juga menggunakan alat gepyok manual dengan melibatkan warga RT 09 agar pemadaman bisa cepat ditangani dan api tidak menyebar luar," sebutnya.
Tidak hanya itu saja, BBS juga kembali mengatakan bahwa karhutla juga terjadi di kawasan SK 4, Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh. Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare.
"Dan untuk penanganan di lokasi ini proses nya cukup lama. Proses pemadaman itu telah berlangsung selama dua hari dan kini juga masuk tahap pendinginan dari Satgas," ucapnya
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur. Menurutnya, pencegahan dan penanganan kebakaran harus dilakukan bersama-sama agar api tidak meluas.
"Karhutla ini menjadi perhatian serius kita. Pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah penanganan dan meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran," kata Bambang.
Bambang juga sebelumnya meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pemkab Muaro Jambi bahkan memperketat perhatian terhadap lahan yang sudah terbakar untuk mencegah terjadinya pembakaran kembali.
Dia menegaskan keselamatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah di tengah dampak asap karhutla. Pemkab Muaro Jambi telah meminta kepala desa, puskesmas dan pustu memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak asap.
"Kalau ada masyarakat yang terdampak asap atau mengalami keluhan kesehatan, segera manfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah kita siapkan. Kita ingin masyarakat tetap terlindungi," tegasnya.
