Daratan Baru yang Muncul Usai Anak Krakatau Erupsi Bukan 1 tapi 2

Lampung

Daratan Baru yang Muncul Usai Anak Krakatau Erupsi Bukan 1 tapi 2

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 13:00 WIB
Dua daratan baru muncul setelah Gunung Anak Krakatau Erupsi
Dua daratan baru muncul setelah Gunung Anak Krakatau Erupsi (Foto: Istimewa)
Lampung Selatan -

Daratan baru yang muncul usai erupsi besar Gunung Anak Krakatau, di Lampung Selatan, Lampung, tak hanya satu. PVMBG menyebut ada dua daratan baru.

Dari pengamatan citra satelit, dua daratan baru itu terdapat di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Suwarno mengatakan kemunculan daratan tersebut berkaitan dengan material vulkanik yang dikeluarkan Anak Krakatau selama aktivitas erupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, hasil dari letusan kemarin itu (dua daratan)," kata Suwarno saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).

Lebih lanjut, Suwarno menjelaskan daratan pertama berada di sektor barat laut dengan jarak sekitar 760 meter dari pesisir Anak Krakatau. Sementara daratan kedua berada di sektor tenggara, sekitar 495 meter dari pesisir gunung api.

ADVERTISEMENT

"Kedua daratan tersebut berada dalam satu garis lurus dengan arah barat laut-tenggara. Posisi kawah Anak Krakatau berada di antara kedua lokasi tersebut," jelasnya.

Suwarno menjelaskan, pembentukan daratan tidak berlangsung secara tiba-tiba. Material vulkanik yang keluar selama peningkatan aktivitas Anak Krakatau secara bertahap menumpuk di kawasan sekitar gunung api.

"Ya nggak tiba-tiba muncul, itu ada prosesnya. Jadi sisa erupsi kemarin secara bertahap menumpuk, ini bisa berpotensi meluas jika erupsi lagi," ujarnya.

Meski dua daratan baru telah teridentifikasi, Badan Geologi masih melakukan kajian untuk mengetahui proses pembentukannya secara lebih rinci. Kemunculan daratan tersebut juga belum dapat dipastikan sebagai pusat erupsi baru.

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan, terutama untuk melihat perubahan morfologi dan perkembangan aktivitas vulkaniknya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads