Jambi

Karhutla Batang Hari Capai 1.217 Hektare, DPRD Minta Bupati Tak Diam

Ferdi Almunandar - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 19:40 WIB
Lahan terbakar di Batang Hari (Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)
Batang Hari -

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mendesak Bupati Batanghari Fadhil Arief untuk segera mengambil langkah serius menyikapi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Saat ini, karhutla di Batang Hari menjadi paling luas pertama di Provinsi Jambi.

Ivan pun meminta bupati untuk tidak diam, dan mengambil langkah cepat mengatasi karhutla di wilayahnya agar tidak lebih meluas lagi.

"Saya minta Pak Bupatinya jangan diam. Melihat angka karhutlanya ini paling tinggi. Ini daerah yang paling luas lahan terbakarnya," kata, Jumat (25/9/2026).

Ivan meminta Bupati Batanghari tidak hanya menerima laporan dari jajaran, tetapi turun langsung mengevaluasi penanganan karhutla. Ia juga mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap respons penanganan hingga tingkat lapangan.

"Jadi ini perlu segera dilakukan audit, mulai dari titik api terdeteksi, kecepatan respons, personel, peralatan, sumber air sampai proses pemadaman dan pendinginan," ujarnya.

Bahkan, Ivan menyoroti perkembangan luas karhutla Batanghari dalam laporan Satgas. Pada 4 September 2026, luas terbakar tercatat 470,25 hektare.

Angka itu kemudian meningkat menjadi 664,24 hektare pada 9 September, 751,51 hektare pada 11 September, 818,06 hektare pada 16 September, 1.164,89 hektare pada 18 September, hingga mencapai 1.217,29 hektare pada 22 September.

Dengan demikian, dalam kurun 18 hari, terdapat penambahan sekitar 747,04 hektare atau sekitar 159 persen dibandingkan data 4 September.

Menurut Ivan, lonjakan tersebut harus menjadi alarm bagi Bupati Batanghari untuk segera melakukan evaluasi.

Baginya, audit itu sangat diperlukan untuk mengetahui secara jelas penyebab bertambahnya luas lahan terbakar.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan apakah penambahan tersebut berasal dari titik api baru, perluasan kebakaran yang belum berhasil dikendalikan, kebakaran ulang atau pemutakhiran hasil pengukuran luas terbakar.

"Jangan hanya mencatat luasnya saja, tunjukkan pula kalau bupatinya turun langsung ikut pro aktif dalam pemadaman langsung di lokasi. Jadi ini harus diketahui kenapa terus bertambah dan di mana letak persoalannya. Kalau ada kelemahan dalam respons, segera diperbaiki," tegasnya.

Ivan juga meminta audit tidak berhenti pada evaluasi administrasi. Setiap kejadian karhutla harus ditelusuri sejak titik api terdeteksi hingga proses pemadaman selesai.

Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui kapan titik api terdeteksi, kapan dilakukan verifikasi, berapa lama personel tiba di lokasi, kekuatan yang dikerahkan, ketersediaan sumber air, kondisi akses menuju lokasi hingga proses pendinginan setelah api berhasil dipadamkan.

Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah persoalan berada pada kecepatan respons, keterbatasan personel, peralatan, sumber air, akses lokasi atau munculnya kembali api setelah pemadaman.

"Kalau ada titik yang sudah dipadamkan kemudian terbakar lagi, itu juga harus dievaluasi. Jangan sampai kita hanya datang memadamkan api, tetapi tidak memastikan proses pendinginannya tuntas," ujar Sekjen Golkar Jambi itu.

Ivan juga meminta Bupati Batanghari memperkuat koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain audit, Ivan meminta Bupati memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki daerah benar-benar dikerahkan ke wilayah rawan. Mulai dari personel, pompa, kendaraan, selang, sumber air hingga patroli dan pemantauan pascapemadaman.

Ia menilai penanganan darat tetap harus diperkuat karena kondisi lapangan tidak selalu memungkinkan mengandalkan pemadaman melalui udara.

"Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada titik yang sudah diverifikasi, personel harus cepat datang. Sumber air juga harus dipastikan tersedia dan lokasi yang sudah dipadamkan harus dipantau kembali," jelas Wakil Rakyat Jambi dua periode ini.

Dia juga menegaskan besarnya luas karhutla Batanghari bukan sekadar persoalan angka. Kondisi tersebut harus menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem penanganan agar luas kebakaran tidak kembali bertambah.

"Audit ini jangan berhenti menjadi laporan. Bupati harus ambil tindakan juga dan pastikan penanganan di lapangan berjalan. Jangan diam sampai luas karhutla terus bertambah. Kita harus tahu masalahnya dan segera perbaiki sistemnya," tegasnya.



Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork