Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Provinsi Jambi dengan luas lahan terbakar mencapai 1.217,29 hektare. Bupati pun diminta berperan aktif untuk mengatasi karhutla di wilayahnya.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyoroti tingginya luasan karhutla di Batang Hari. Dia meminta pengerahan personel dan sumber daya diperkuat di wilayah yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi.
"Indikator luas terbakar harus menjadi salah satu ukuran utama keberhasilan penanganan. Jangan hanya mengatakan hotspot turun, kemudian menganggap keadaan sudah selesai," katanya, Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut dinilai Ivan tentu membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah. Ivan meminta Bupati Batang Hari bersama jajaran terkait mengambil peran aktif dalam memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih memiliki potensi munculnya titik api.
Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak hanya menunggu penanganan dari Satgas Provinsi. Pengawasan lapangan, kesiapan personel, peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air hingga upaya mencegah kebakaran berulang perlu diperkuat di tingkat daerah.
"Batang Hari menjadi daerah dengan luasan karhutla paling besar. Karena itu, pemerintah kabupaten juga harus mengambil peran aktif. Jangan sampai kita hanya bergerak setelah api membesar, tetapi pencegahan dan kesiapsiagaan harus diperkuat sejak awal," ujarnya.
Dia menegaskan, besarnya luasan lahan terbakar harus menjadi bahan evaluasi bersama. Terlebih, kondisi kemarau masih menjadi ancaman dan potensi kebakaran dapat kembali meningkat apabila penanganan serta pengawasan di lapangan tidak diperkuat.
"Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah kabupaten, provinsi, aparat, perusahaan dan masyarakat harus punya langkah yang sama untuk menghentikan penambahan luasan karhutla di Batang Hari," terangnya
Ivan mengatakan penanganan tidak cukup hanya berpatokan pada jumlah titik panas atau hotspot. Lokasi yang sudah terbakar dan berhasil dipadamkan juga harus terus dipantau untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
"Kalau luas lahan terbakar masih bertambah, berarti pekerjaan kita belum selesai. Target berikutnya harus jelas, hentikan pertambahan luas terbakar," terang Sekjen Golkar Jambi itu.
Selain luasan karhutla, DPRD Jambi juga menyoroti kemunculan 61 hotspot pada hari ini dalam pemantauan pukul 00.00-16.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 titik atau 91,8 persen berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dua titik berada di Muaro Jambi, dua di Tanjung Jabung Barat dan satu titik di Sarolangun.
Ivan meminta konsentrasi hotspot tersebut segera ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan dan pengerahan personel sesuai peta risiko.
"Kalau lebih dari 90 persen hotspot hari itu terkonsentrasi di Tanjung Jabung Timur, maka operasi juga harus mengikuti peta risiko tersebut," tegasnya
Dia meminta setiap titik segera diverifikasi, termasuk memastikan sumber air dan kesiapan personel pemadam di lapangan.
"Titik harus segera diverifikasi, sumber air dipastikan, personel dikerahkan dan kebakaran yang ditemukan harus ditangani secepat mungkin," sambungnya.
Secara kumulatif, jumlah hotspot di Jambi sepanjang 2026 telah mencapai 10.055 titik. Ivan juga meminta lokasi yang telah dipadamkan dilakukan mop-up dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
"Kita harus memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membakar lahan. Penguatan personel di wilayah rawan harus dilakukan agar pertambahan luas karhutla bisa segera dihentikan," ujarnya.
Berdasarkan data posko Satgas Karhutla yang diperoleh DPRD Provinsi Jambi mencatat, total luas lahan terbakar di Jambi sepanjang 2026 telah mencapai 3.603,71 hektare.
luasan tersebut diketahui berada di Kabupaten Batang Hari 1.217,29 hektare, lalu di Muaro Jambi 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 493,75 hektare, Tebo 315,71 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare. Sementara Bungo tercatat 67 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Kota Jambi 10 hektare.
