Nelayan di Muba Tewas Diterkam Buaya Saat Berburu Kepiting

Sumatera Selatan

Nelayan di Muba Tewas Diterkam Buaya Saat Berburu Kepiting

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 24 Sep 2026 10:20 WIB
Nelayan yang diterkam buaya dievakuasi
Foto: Nelayan yang diterkam buaya dievakuasi (Dok. Istimewa)
Musi Banyuasin -

Seorang nelayan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menjadi korban serangan buaya saat mencari kepiting di perairan Sungai Sembilang. Korban sempat diseret buaya ke dalam air dan baru ditemukan sehari kemudian dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Ujang Kaswara (45), warga Desa Sirin Agung, Kecamatan Lalan, Muba. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, Ujang sedang mencari kepiting bersama istrinya, Selvi Sukaesih (40), dan anaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun.

Kanit Reskrim Polsek Sungsang Banyuasin II Ipda Andri Wirahadinata membenarkan kejadian tersebut dia mengatakan korban ditemukan tewas setelah satu hari kemudian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, korban atas nama Ujang Kaswara (45), warga Desa Sirin Agung, Kecamatan Lalan, Muba sedang mencari kepiting diperairan perbatasan bersama anak istrinya dan diterkam buaya," katanya kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Andri menjelaskan saat itu korban dan anak istrinya menggunakan perahu ketek di kawasan perairan Sungai Sembilang, tepatnya di Simpang Bugis Dalam, wilayah sungai perbatasan Banyuasin.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan keterangan saksi istri korban, saat itu korban turun dari perahu ketek dan menggunakan perahu kecil untuk mencari kepiting di sekitar pinggir sungai. Tidak lama berselang, Selvi istri korban yang masih berada di perahu bersama anaknya mendengar teriakan minta tolong dari arah korban.

"Saat itu korban sedang mencari kepiting tidak jauh dari perahu. Istrinya kemudian mendengar jeritan minta tolong," katanya.

Selvi kemudian melihat seekor buaya berukuran besar menggigit tubuh suaminya. Buaya tersebut selanjutnya membawa Ujang ke dalam air. Menurut keterangan saksi, buaya sempat muncul kembali ke permukaan sambil membawa tubuh korban dan bergerak ke arah perahu yang ditumpangi Selvi dan anaknya.

Kemunculan buaya tersebut bahkan membuat perahu korban hampir tenggelam.

"Buaya itu sempat membawa korban ke arah perahu. Saat itu istri dan anak korban masih berada di atas perahu dan hampir menenggelamkan perahu," ujarnya.

Setelah itu, buaya kembali masuk ke dalam air sambil menggigit tubuh korban. Ujang kemudian tidak terlihat lagi dan dinyatakan hilang.

"Korban ditemukan sehari kemudian. Upaya pencarian dilakukan warga pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar 12 warga ikut melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,"jelasnya.

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban diserang buaya.

"Pencarian dilakukan warga sejak pagi. Korban kemudian ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian," katanya.

Setelah ditemukan, pihak keluarga kemudian membawa korban untuk dimakamkan. Jenazah korban rencananya dimakamkan di TPU Desa Sirin Agung Primer 9, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin.

Andri mengimbau masyarakat untuk menambah kewaspadaan yang beraktivitas di perairan Sungai Sembilang, khususnya para nelayan yang sehari-hari mencari ikan maupun kepiting di kawasan tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads