PNS di OKI yang Ditusuk Mati Istri Dimakamkan Secara Kedinasan

Sumatera Selatan

PNS di OKI yang Ditusuk Mati Istri Dimakamkan Secara Kedinasan

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Selasa, 22 Sep 2026 21:01 WIB
Upacara pemakaman PNS di OKI yang tewas dibunuh istrinya
Foto: Upacara pemakaman PNS di OKI yang tewas dibunuh istrinya (Dok. Istimewa)
OKI -

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan berinisial A (32) yang tewas ditikam istrinya, D, dimakamkan secara kedinasan. Pemerintah memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan, terutama terkait hak-hak kepegawaian almarhum.

Pemkab OKI memberikan penghormatan terakhir kepada korban, korban dimakamkan secara kedinasan di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Selasa (22/9/2026).

Upacara pelepasan jenazah dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin Inspektur Inspektorat Kabupaten OKI, Saparudin. Menurutnya, pemakaman secara kedinasan merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah atas pengabdian almarhum selama menjadi ASN di lingkungan Pemkab OKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upacara kedinasan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas pengabdian almarhum sebagai ASN. Kami turut berduka dan kehilangan salah satu bagian dari keluarga besar Inspektorat Kabupaten OKI," katanya.

Selain memberikan penghormatan melalui upacara pemakaman kedinasan, Pemkab OKI juga memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

ADVERTISEMENT

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) OKI, Antonius Leonardo mengatakan pemerintah daerah juga memastikan hak-hak kepegawaian almarhum dapat diproses dan diterima keluarga sesuai ketentuan.

"Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan, terutama terkait hak-hak kepegawaian almarhum. Pemerintah daerah akan membantu prosesnya agar dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, pria berinisial A (32) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas setelah ditikam oleh istrinya, berinisial D. Dugaan sementara permasalahan itu dilatarbelakangi permasalahan keluarga.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel Kompol Putu Suryawan menjelaskan bahwa saat itu pelaku mendatangi tempat korban bekerja, sekaligus untuk meminta uang berobat anak mereka yang tengah sakit.

Namun terjadi selisih paham saat keduanya bertemu tersebut, membuat pelaku emosi dan mengeluarkan senjata tajam jenis pisau di dalam tasnya yang sudah dibawa sebelumnya. Pelaku langsung menusuk korban hingga korban tewas bersimbah darah.

"Berdasarkan keterangan tersangka saat ini, motif sementara karena korban mungkin tidak mengasi uang berobat kepada si tersangka, karena mengingat anak mereka sedang sakit. Tapi ini baru dugaan jadi masih dilakukan pemeriksaan mendalam," katanya.

Selain itu, keduanya diinformasikan saat ini sedang pisah ranjang dan dalam proses perceraian.

"Berdasarkan keterangan saksi maupun tersangka, dimana korban dan tersangka ini dalam proses cerai," ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Depan Mesjid At-Taqwa Depan Kantor Inspektorat, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.10 WIB.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads