Sejumlah wilayah di pesisir barat Sumatera Selatan mulai turun hujan dengan intensitas ringan. Hujan tersebut diharapkan dapat menekan potensi titik panas atau hotspot serta mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel Nandang Pangaribowo mengatakan, berdasarkan prediksi cuaca sepekan ke depan, terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah pesisir barat hingga bagian tengah Sumsel.
Potensi awan hujan tersebut kemudian dimaksimalkan dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan tim BNPB bersama BMKG di Sumsel pada 19-23 September 2026.
"Tim OMC memaksimalkan potensi awan hujan yang ada untuk mempercepat terjadinya hujan. Alhamdulillah, kemarin terjadi hujan dan diharapkan dapat menurunkan potensi timbulnya hotspot serta jumlah asap," kata Nandang, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, turunnya hujan di sejumlah wilayah diharapkan turut membantu memperbaiki kualitas udara di Sumsel yang dalam beberapa waktu terakhir terdampak asap karhutla.
Untuk hari ini, Minggu (20/9/2026), BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Sumsel masih berpotensi diguyur hujan. Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi terjadi di OKU Selatan dan OKU Timur.
Kemudian pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Muara Enim, OKU Selatan, OKI, dan Banyuasin.
Pada malam hari, hujan sedang berpotensi terjadi di OKI dan Banyuasin. Sementara hujan ringan diprakirakan turun di OKU Timur, OKU, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan PALI.
"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang dengan durasi singkat pada malam hari di wilayah OKI dan Banyuasin," demikian peringatan BMKG.
Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"
(dai/dai)