Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Sumatera Selatan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode 26-31 Juli 2026. Secara umum, curah hujan diprediksi berada pada kategori rendah.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, kondisi cuaca di Sumsel dalam sepekan ke depan dipengaruhi oleh dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial, serta keberadaan Gelombang Ekuatorial Rossby di wilayah Sumatera.
"Kondisi tersebut mendukung terbentuknya hujan berintensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Sabtu (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada periode 26-28 Juli 2026, hujan ringan diprakirakan berpeluang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Muara Enim, Empat Lawang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Pagar Alam.
Sementara itu, pada periode 29-31 Juli 2026, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim, Lahat, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, OKI, OKU, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, dan Kota Prabumulih.
Di sisi lain, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Sumsel masih didominasi curah hujan kategori rendah.
"Kondisi ini bakal memicu potensi meningkatnya jumlah titik panas (hotspot)," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca maupun bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
