Lampung

Dapur MBG di Lampung Selatan Disuspend 20 Hari Imbas Siswa Keracunan

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 21:00 WIB
Foto: Ilustrasi Keracunan MBG (Edi Wahyono)
Lampung Selatan -

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur 03 Pematang Pasir, Lampung Selatan. Penghentian ini dilakukan setelah 11 siswa MI Ma'arif diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Lampung Selatan, Alfarizi mengatakan, penghentian operasional dapur tersebut berlaku selama 20 hari. Masa suspend akan digunakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan fasilitas dapur.

"Sudah disuspend dan mungkin akan evaluasi total dan perbaikan besar supaya lebih baik lagi, dari infrastruktur, fasilitas dan lain-lain," katanya, Jumat (18/9/2026).

Alfarizi menyebut surat penghentian sementara operasional SPPG baru diterbitkan pada Kamis (17/9). Sesuai keterangan dalam surat tersebut, suspend berlaku selama 20 hari sejak diterbitkan.

"Suratnya baru keluar kemarin, keterangannya 20 hari dari kemarin," ujarnya.

Dia menjelaskan sejumlah aspek yang harus diperbaiki sebelum Dapur 03 Pematang Pasir kembali beroperasi. Perbaikan mencakup infrastruktur, fasilitas SPPG, hingga area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Supaya maintenance-nya ke depan lebih bagus dan baik. Nanti kami ini juga tetap berkoordinasi dengan Satgas MBG Kabupaten Lampung Selatan," jelasnya.

Terkait hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa, Alfarizi mengatakan hasil pemeriksaan belum diterima.

Dia menyebut pemeriksaan sampel membutuhkan waktu sekitar tiga hari sejak pengambilan sampel dilakukan. Hasil tersebut nantinya akan dijelaskan oleh Dinas Kesehatan.

"Belum keluar hasilnya, 3 hari dari kejadian pas tes sampel. Kemarin juga Pak Bupati menanyakan," ungkap Alfarizi.

Alfarizi memperkirakan hasil uji laboratorium dapat keluar pada Jumat (18/9). Namun, dia menyerahkan penyampaian hasil pemeriksaan kepada Dinas Kesehatan untuk menghindari kesalahan informasi.

"Kemungkinan hari ini keluarnya karena sudah 3 hari. Dinkes yang mungkin berhak menjelaskannya, kalau kami yang menjelaskan takut kesalahan juga," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 11 siswa MI Ma'arif di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu (16/9).

Dari total 80 siswa yang menerima makanan, 11 di antaranya dilaporkan mengalami muntah-muntah.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi, udang, tahu, dan sayur wortel. Makanan tersebut dikirimkan oleh SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.



Simak Video "Video Kepala Bappisus: Asosiasi Pengusaha Dapur MBG Tak Didanai Pemerintah"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork