Satgas Padamkan Kebakaran Hutan Gambut Londerang Jambi

Jambi

Satgas Padamkan Kebakaran Hutan Gambut Londerang Jambi

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 06:30 WIB
Petugas memadamkan karhutla di HLG Londerang Jambi saat melakukan pengecekan
Foto: Petugas memadamkan karhutla di HLG Londerang Jambi saat melakukan pengecekan (Dok. Istimewa)
Jambi -

Satgas kebakaran hutan dan lahan (Karhuta) Jambi, memaksimalkan pemadaman hutan lindung gambut (HLG) Londerang. Petugas juga menguji coba pemadaman menggunakan zat khusus untuk pemadaman pada karakteristik lahan gambut dalam bentuk cairan dan serbuk.

Kebakaran HLG Londerang di Kelurahan Parit Culum, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), itu kembali terjadi setelah akhir Agustus lalu sempat padam. Estimasi luas kawasan yang terbakar mencapai 85 hektare.

"Seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan Karhutla secara maksimal. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji, Kamis (17/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran HLG Londerang saa menjadi fokus Satgas Karhutla, mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan bantuan regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan.

Pengecekan terus dilakukan jajaran Forkopimda, untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan Karhutla, khususnya proses pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar. Tim gabungan juga memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda Jambi bersama personel gabungan turut melakukan pemadaman di lokasi. Selain itu, dilakukan pula uji coba zat khusus untuk pemadaman pada karakteristik lahan gambut dalam bentuk cairan dan serbuk.

Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas zat dalam membantu memadamkan api, membasahi lapisan gambut serta mengurangi potensi munculnya kembali api setelah proses pemadaman.

Erlan menambahkan bahwa penanganan kebakaran lahan gambut membutuhkan perhatian khusus, karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan. Sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh.

Kebakaran di HLG Londerang sebelumnya terjadi Kamis (27/8/2026) sore. Selanjutnya, selama 7 hari petugas berhasil melakukan pemadaman dengan luas estimasi mencapai 86 hektare. Namun, beberapa hari terkahir api kembai muncul, sehingga petugas kembali berjibaku memadamkan api.

"Kita tidak hanya fokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan dengan baik agar tidak terjadi penyalaan kembali. Setiap metode yang dapat mendukung efektivitas pemadaman akan terus dikaji dan diuji di lapangan," jelasnya.

Dia juga upaya penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

"Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan masyarakat luas dan membahayakan lingkungan," tegasnya.

Total luas lahan terbakar di Jambi per awal Januari hingga 16 September 2026, mencapai 3.048,68 hektare. Kabupaten Batang Hari terluas dalam catatan Satgas Karhutla mencapai 818,06 hektare.

Disusul Muaro Jambi dengan luas 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 493,75 hektare, Tebo 315,71 hektare, Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare, Bungo 67 hektare, dan Kabupaten Merangin 17,30 hektare.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads