Menhut Maksimalkan Pemadaman Karhutla di SM Padang Sugihan

Sumatera Selatan

Menhut Maksimalkan Pemadaman Karhutla di SM Padang Sugihan

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 20:20 WIB
Menteri Kehutanan RI Raja Juli meninjau PKG Jalur 21 Padang Sugihan
Foto: Menteri Kehutanan RI Raja Juli meninjau PKG Jalur 21 Padang Sugihan (Rio Roma Dhoni)
OKI -

Menteri Kehutanan RI Raja Juli melakukan pemantauan secara langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan. Pemadaman di wilayah tersebut terus dilakukan melalui tim darat serta mengerahkan helikopter water bombing.

Perlu diketahui PKG Jalur 21 Padang Sugihan masuk ke dalam kawasan Marga Satwa (SM) Padang Sugihan. Berdasarkan data per 6 September 2026, luas lahan yang terbakar sudah mencapai 2.300 hektare. Namun untuk jumlah pasti masih dilakukan pengecekan, sebab tim masih berfokus pada proses pemadaman.

Raja Juli meninjau langsung lokasi konservasi gajah di Padang Sugihan untuk memastikan proses pemadaman serta melihat kondisi gajah-gajah yang ada di lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya datang ke sini karena saya dapat laporan dan kekhawatiran bahwa api sudah mendekati Padang Sugihan, jadi saya langsung datang ke sini untuk memastikan langsung area Padang Sugihan ini. Untuk gajah sendiri yang jinak (balai konservasi) ada 29 ekor dan untuk yang liar mungkin ada 130," katanya.

ADVERTISEMENT

Raja Juli menjelaskan karena SM Padang Sugihan ini merupakan habitat gajah serta menjadi tempat konservasi gajah, maka penanganan karhutla harus dilakukan secara maksimal. Ia juga menjelaskan bahwa proses pemadaman juga terus dilakukan dengan menerjunkan tim darat serta water bombing.

"Ini adalah satu landscape gajah yang cukup besar dan kantong gajah yang cukup besar di Sumatera. Kita maksimalkan semuanya dengan bekerja sama dengan Manggala Agni, TNI/Polri dan masyarakat, karena ini lahan gambut jadi pemadaman dilakukan dengan ekstra agar api atau titik api tidak muncul kembali," ujarnya.

Raja Juli juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk dilakukan OMC, diharapkan dapat menjadi hujan dan membantu proses pemadaman.

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk dilakukan OMC karena berdasarkan data akan ada potensi awan di tanggal 19 September dan 21 September. InsyaAllah nanti dapat memadamkan semuanya," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads