4 Pesawat di Bandara SMB II Palembang Holding, Jarak Pandang 700 Meter

Sumatera Selatan

4 Pesawat di Bandara SMB II Palembang Holding, Jarak Pandang 700 Meter

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 16:30 WIB
Suasana di SMB II Palembang.
Suasana di Bandara SMB II Palembang. (Foto: Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (17/9/2026) pagi. Jarak pandang sempat tercatat 700 meter, mengakibatkan empat pesawat yang hendak mendarat harus holding.

Airport Operation Center Head Bandara SMB II Parolan Simanjuntak mengatakan jarak pandang 700 meter terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kondisi itu membuat empat penerbangan mengalami keterlambatan saat kedatangan.

"Dari pagi pukul 06.00 WIB-07.00 WIB, jarak pandangnya sekitar 700 meter. Itu ada dampak empat flight yang mengalami delay antara 10 sampai 20 menit," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat penerbangan tersebut yakni Singapore Airlines/Scoot TR 254 dari Singapura, Pelita Air IP 310 dari Jakarta, Indonesia AirAsia IU 933 dari Yogyakarta, dan Lion Air JT 077 dari Jeddah.

Parolan menjelaskan gangguan terjadi pada penerbangan yang hendak mendarat di SMB II. Pesawat harus menunggu di udara hingga kondisi jarak pandang membaik.

ADVERTISEMENT

"Untuk yang empat flight itu terkait dengan pendaratan di bandara. Jadi holding di udara," katanya.

Menurut Parolan, batas minimum jarak pandang untuk pendaratan berbeda berdasarkan arah landasan yang digunakan. Untuk pendaratan melalui runway 29, jarak pandang minimum yang dibutuhkan sekitar 800 meter. Sedangkan melalui runway 11, minimum jarak pandang 1.700 meter.

"Kalau runway 29 minimal 800 meter, kalau runway 11, 1.700 meter. Di bawah itu artinya kita tunggu holding dulu sampai kondisi visibility lebih baik," jelasnya.

Saat jarak pandang berada di bawah batas minimum tersebut, pihak maskapai melakukan penyesuaian jadwal atau re-timing. Pesawat yang terdampak kemudian dapat mendarat setelah jarak pandang membaik.

"Langkah yang kita ambil berkaitan dengan 700 itu dari penerbangan melakukan re-timing atau menggeser waktunya," tambahnya.

Kondisi jarak pandang tersebut tidak mengganggu penerbangan yang berangkat dari SMB II. Menurut Parolan, pesawat masih memungkinkan melakukan lepas landas meskipun jarak pandang berada di bawah 800 meter.

"Kalau berangkatnya tidak terkendala dengan visibilitas di bawah 800," ungkapnya.

Berdasarkan data Bandara SMB II, TR 254 yang dijadwalkan tiba pukul 06.20 WIB baru mendarat pukul 08.38 WIB. Kemudian IP 310 yang dijadwalkan tiba pukul 08.00 WIB mendarat pukul 08.31 WIB.

Selanjutnya IU 933 yang dijadwalkan tiba pukul 08.05 WIB mendarat pukul 08.35 WIB. Sementara JT 077 yang dijadwalkan tiba pukul 08.15 WIB mendarat pukul 08.43 WIB.

Parolan mengatakan keterlambatan empat penerbangan tersebut tidak berdampak pada jadwal penerbangan lainnya. Sebab, kondisi jarak pandang sudah membaik sekitar pukul 08.00 WIB.

"Tidak (berdampak). Karena perubahan itu di antara pukul 06.00 WIB-08.00 WIB. Kalau sudah pukul 08.00 WIB, itu sudah naik (jarak pandangnya)," jelasnya.

Pesawat mulai dapat mendarat setelah jarak pandang dari udara membaik. Parolan menyebut jarak pandang kemudian berada di kisaran 2.500 meter.

"Dari pandang udara sekitar 2.500 meter," katanya.

Parolan menyebut gangguan penerbangan akibat kabut asap seperti ini baru terjadi kembali pada hari ini. Sebelumnya, dalam sekitar dua minggu terakhir tidak ada penerbangan yang terdampak kondisi tersebut.

"Tidak ada, baru minggu ini, baru hari ini saja. Terakhir itu sekitar dua minggu yang lalu," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads