Forum Sumatera 10 Dibentuk, Al Haris Ingin Perkuat Sinergi Antarprovinsi

Jambi

Forum Sumatera 10 Dibentuk, Al Haris Ingin Perkuat Sinergi Antarprovinsi

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Jumat, 11 Sep 2026 23:00 WIB
Penandatanganan MoU Forum Sumatera 10 di Medan.
Penandatanganan MoU Forum Sumatera 10 di Medan. (Foto: Istimewa)
Jambi -

Pemerintah provinsi se-Sumatera menyatukan langkah memperkuat pembangunan kawasan. Gubernur Jambi Al Haris bersama para gubernur lainnya menandatangani kesepakatan pembentukan Forum Sumatera 10 sebagai wadah memperkuat kolaborasi antarprovinsi.

"Kerja sama antarprovinsi ini sangat penting. Kita ingin Sumatera ini tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bagaimana seluruh provinsi bisa saling menguatkan dan membangun konektivitas bersama," ujar Al Haris dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Al Haris mengatakan pembentukan Forum Sumatera 10 bukan sekadar forum pertemuan antargubernur. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai kepentingan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat di Sumatera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Forum Sumatera 10 ini kita harapkan bukan hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi menjadi forum untuk membicarakan kepentingan pembangunan Sumatera secara bersama-sama. Apa yang menjadi kekuatan masing-masing daerah bisa kita satukan," katanya.

Al Haris bersama gubernur se-Sumatera menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10. Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangka pertemuan tingkat menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, pada Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

Menurut Al Haris, kerja sama lintas provinsi penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Terlebih, aktivitas ekonomi masyarakat dan distribusi barang tidak mengenal batas administratif antarprovinsi.

"Sumatera ini sangat luas dan potensinya besar. Karena itu, konektivitas antarwilayah harus kita perkuat, baik konektivitas jalan, logistik maupun konektivitas ekonomi. Ini akan sangat menentukan pergerakan barang dan orang di Sumatera," terang Al Haris

Ia menambahkan, potensi ekonomi yang dimiliki Sumatera sangat besar dan tersebar di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah provinsi perlu membangun kerja sama agar potensi tersebut dapat saling terhubung dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Kita memiliki banyak potensi ekonomi yang luar biasa di masing-masing provinsi. Kalau ini kita hubungkan dan kita kelola secara bersama, tentu nilai tambahnya akan semakin besar dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Al Haris juga menilai sektor investasi dan perdagangan menjadi bagian penting yang perlu diperkuat melalui kerja sama Forum Sumatera 10. Menurutnya, sinergi antarprovinsi dapat membuka peluang investasi yang lebih luas sekaligus memperkuat perdagangan antardaerah.

"Investasi dan perdagangan juga harus kita dorong bersama. Jangan sampai potensi yang ada di satu daerah berhenti di daerah itu saja, tetapi bagaimana bisa terkoneksi dengan provinsi lain sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar," sebutnya.

Selain itu, forum tersebut mendorong pembangunan ekonomi hijau serta pemanfaatan teknologi dan data dalam perencanaan pembangunan. Al Haris menyebut sinkronisasi data antarprovinsi diperlukan agar kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan kawasan.

"Kita juga harus mulai berpikir tentang pembangunan yang berkelanjutan. Ekonomi harus tumbuh, tetapi lingkungan tetap harus kita jaga. Karena itu ekonomi hijau menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama ini," ujar dia.

Al Haris mengatakan Jambi siap menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan Sumatera harus dilakukan secara bersama karena kemajuan satu daerah akan ikut mendorong pertumbuhan daerah lainnya.

"Jambi siap menjadi bagian dari kolaborasi ini. Kita ingin Jambi tidak hanya menjadi bagian dari Sumatera secara geografis, tetapi juga ikut mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan kawasan Sumatera," ujar Al Haris.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang hadir dalam pertemuan tersebut menilai kolaborasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Sumatera.

"Saya mengapresiasi betul dan mengharapkan kerja sama yang dilakukan antardaerah. Pemerintah pusat juga menyusun konsep untuk membangun region Sumatera ini salah satu kekuatan ekonomi," kata Tito.

Menurut Tito, Sumatera mempunyai modal besar untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang tersebar di berbagai wilayah dinilai menjadi salah satu kekuatan utama yang harus dikelola secara bersama.

"Saya yakin keunggulan Sumatera itu sumber daya alamnya luar biasa baik di darat maupun yang laut," ujarnya.

Dalam Forum Sumatera 10, sejumlah agenda strategis menjadi perhatian pemerintah daerah. Mulai dari memperlancar konektivitas dan distribusi logistik, memperkuat investasi serta perdagangan, hingga mendorong pembangunan yang berbasis ekonomi hijau.

Penandatanganan MoU dan berita acara pembentukan Forum Sumatera 10 menjadi titik awal untuk memperkuat koordinasi pembangunan di Pulau Sumatera. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama konkret yang tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads