Jambi

Kualitas Udara Memburuk Dampak Karhutla, TK-SMP di Merangin Daring 3 Hari

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Senin, 07 Sep 2026 14:40 WIB
Foto: Bupati Merangin M Syukur (Dok. Istimewa)
Merangin -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka bagi siswa jenjang TK, SD hingga SMP menjadi pembelajaran daring selama tiga hari. Keputusan itu diambil setelah kualitas udara di Merangin memburuk akibat kabut asap karhutla.

Bupati Merangin M Syukur mengatakan keputusan itu bukan berarti menghentikan pendidikan, melainkan langkah darurat untuk melindungi anak-anak dari paparan asap dan meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Pendidikan dan proses belajar tidak berhenti. Namun, demi keselamatan anak-anak, pembelajaran tatap muka kita alihkan penuh secara daring selama tiga hari. Perkembangannya akan terus dievaluasi," kata Syukur usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor, Senin (7/9/2026).

Kebijakan tersebut berlaku mulai Selasa (8/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026). Selama masa itu, seluruh sekolah diminta melaksanakan pembelajaran dari rumah, sementara pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab menerima laporan peningkatan kasus ISPA dari Dinas Kesehatan serta hasil pemantauan kualitas udara oleh Dinas Lingkungan Hidup, BPBD dan Damkar.

"Ini adalah tindakan pencegahan untuk memprioritaskan keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Udara saat ini sudah tidak sehat akibat asap kiriman yang tidak bisa kita kontrol," ujarnya.

Ia menegaskan Dinas Pendidikan telah diperintahkan menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah agar proses pembelajaran daring dapat berjalan serentak mulai Selasa.

Tidak hanya itu, ini juga kali pertama langkah sekolah daring dilakukan pihak Pemkab Merangin Jambi lantaran kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla. Sekolah daring juga dilakukan sebagai bentuk kekhawatiran pemkab terhadap kesehatan anak.

Dalam mengatasi karhutla di daerahnya, Syukur juga meminta BPBD, Damkar, dan Kesbangpol memperkuat pengawasan serta melaporkan setiap warga yang terbukti sengaja membakar lahan.

"Tolong laporkan siapa saja yang sengaja membakar. Jangan sampai ulah segelintir orang mengorbankan kesehatan masyarakat luas," katanya.

Selain dari itu pula, Syukur juga ingin memperketat upaya pencegahan karhutla. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pemerintah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala desa untuk melarang pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Syukur menilai kondisi cuaca yang panas dan kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi sehingga tidak ada ruang lagi bagi pembakaran, termasuk yang selama ini sering dikaitkan dengan alasan kearifan lokal.

"Situasi cuaca sangat panas dan tidak kondusif, sehingga sedikit saja api dinyalakan bisa memicu kebakaran besar. Ini bukan lagi soal kearifan lokal. Hampir seluruh kejadian kebakaran terindikasi ada unsur kesengajaan," tegasnya.

Sejauh ini, perlu diketahui Karhutla Jambi masih tinggi di Provinsi Jambi. Berdasarkan data Satgas Penanganan Karhutla periode 1 Januari-29 Agustus 2026, tercatat 531 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.776,56 hektare.

Sarolangun menjadi daerah dengan luasan kebakaran terbesar mencapai 473,64 hektare, disusul Batang Hari 374,50 hektare, Muaro Jambi 325 hektare, Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare, Tanjung Jabung Timur 189,63 hektare, Tebo 96,81 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,3 hektare.

Selain luasan kebakaran, pemantauan satelit Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA-20 juga mencatat 5.102 hotspot di Jambi sepanjang periode tersebut. Lonjakan terbesar terjadi pada Agustus dengan 3.156 titik panas.

Muaro Jambi menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 817 titik, disusul Sarolangun 703 titik, Batang Hari 693 titik, Tanjung Jabung Barat 597 titik, Tanjung Jabung Timur 558 titik, Tebo 554 titik, Merangin 483 titik, Bungo 327 titik, Kerinci 247 titik, dan Kota Jambi 123 titik.

Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya telah menetapkan status siaga bencana sejak Mei 2026. Sebanyak 81 posko penanganan karhutla juga dibentuk untuk memperkuat patroli, deteksi dini, dan respons cepat selama puncak musim kemarau.



Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork