Gunung Anak Krakatau Siaga, Kereta Api Tujuan Lampung Tetap Beroperasi

Sumatera Selatan

Gunung Anak Krakatau Siaga, Kereta Api Tujuan Lampung Tetap Beroperasi

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 07 Sep 2026 10:40 WIB
Pemudik menyusun kopernya di atas gerbong kereta api serello relasi Palembang-Lubuk Linggau di Stasiun Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (13/3/2026). Berdasarkan data dari PT KAI Divre III Palembang penjualan tiket kereta api Angkutan Lebaran 2026 sampai dengan hari Kamis (12/3/2026) telah terjual sebanyak 65.615 tiket untuk KA Bukit Serelo Kertapati  Lubuk Linggau (PP), KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau (PP) dan KA Rajabasa relasi Kertapati - Tanjungkarang sedangkan untuk KA Rajabasa relasi Tanjungkarang -  Kertapati tiket terjual mencapai 25.653, total keseluruhan mencapai 91.628 tiket terjual. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Foto: Ilustrasi moda transportasi kereta api (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan kini berstatus Level III (Siaga). Meski kondisi alam di Selat Sunda tersebut sedang mencekam, PT KAI Divisi Regional (Divre) III Palembang memastikan operasional KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP) rute menuju Lampung tetap berjalan normal.

Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa adanya aktivitas peningkatan vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak membuat layanan kereta api antar provinsi tersebut dihentikan. KAI memilih tetap melayani masyarakat namun dengan pengawasan yang diperketat.

"Adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti layanan KA Rajabasa dihentikan. Namun, KAI tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi perjalanan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api," kata Aida dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpang diimbau memakai Masker Antisipasi Abu Vulkanik meski tetap melayani penumpang sesuai jadwal, KAI Divre III mengeluarkan imbauan keras bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Para pelanggan KA Rajabasa diminta untuk selalu mengenakan masker selama berada di perjalanan maupun di area stasiun. Langkah ini sebagai tindakan preventif mengantisipasi sebaran debu sisa erupsi.

ADVERTISEMENT

"Pelanggan tetap diimbau menggunakan masker selama melakukan perjalanan, khususnya apabila terdapat paparan debu atau abu vulkanik di lingkungan sekitar," jelas Aida.

Selain itu, para calon penumpang diminta untuk tidak abai terhadap perkembangan situasi dan selalu memantau informasi dari otoritas resmi seperti Badan Geologi, PVMBG, BMKG, hingga pemerintah daerah setempat.

KAI Buka Opsi Warga Tunda Perjalanan ke Lampung berdasarkan laporan terbaru dari Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III (Siaga) berpotensi memicu sejumlah bahaya mematikan. Mulai dari aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, hingga ancaman hujan abu lebat.

Melihat besarnya risiko tersebut, KAI pun menyarankan masyarakat yang tidak memiliki urusan darurat untuk mempertimbangkan opsi menunda keberangkatan menuju Lampung hingga situasi benar-benar kondusif.

"Khusus bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan KA Rajabasa menuju Lampung, kami mengimbau untuk selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi. Jika perjalanan tidak mendesak, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk menunda perjalanan sampai kondisi dinyatakan lebih aman oleh pihak berwenang," tutur Aida.

Pihak KAI menjamin keselamatan pelanggan merupakan prioritas tertinggi. Deteksi dini dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan demi memastikan jalur kereta aman dari gangguan dampak erupsi. KAI meminta para penumpang tetap tenang dan mengikuti seluruh instruksi petugas di lapangan.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads