Nasabah Perbankan Diminta Waspadai Modus Kejahatan Digital

Sumatera Selatan

Nasabah Perbankan Diminta Waspadai Modus Kejahatan Digital

Irawan - detikSumbagsel
Minggu, 06 Sep 2026 14:49 WIB
Vice President Bank Mandiri Region II PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hari Mulyana
Foto: Vice President Bank Mandiri Region II PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hari Mulyana (Dok. CNBC Indonesia)
Bandar Lampung -

Kejahatan digital dalam perbankan masih menjadi perhatian karena maraknya kasus tersebut yang terjadi saat ini. Untuk itu, nasabah diminta untuk tetap mewaspadai akan adanya potensi kasus kejahatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Lampung Financial Festival 2026, Vice President Bank Mandiri Region II PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hari Mulyana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih jeli memilah informasi, terutama yang beredar di media sosial maupun situs web yang mengatasnamakan bank nasional.

Menurutnya, modus penipuan yang paling sering ditemukan menyasar masyarakat melalui penawaran transaksi di WhatsApp (WA) hingga media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita juga harus selektif memisahkan mana-mana transaksi-transaksi yang memang tidak memberikan dampak merugikan bagi kita semua. Tadi seperti disampaikan oleh moderator terkait dengan OTP, one-time password gitu ya. Jadi jangan pernah memberikan OTP ini ke orang lain," katanya, Minggu (6/9/2026).

Selain kode OTP, Hari menegaskan agar nasabah tidak sekali-kali membagikan kode CVV2, yaitu tiga digit angka terakhir yang berada di bagian belakang kartu kredit. Menyebarkan kedua data rahasia tersebut memiliki risiko besar terhadap keamanan finansial nasabah.

ADVERTISEMENT

Bagi masyarakat yang terlanjur membagikan data krusial seperti OTP atau CVV2 kepada pihak tidak dikenal, Hari meminta untuk segera mengambil tindakan responsif dengan melakukan pelaporan atau pemblokiran mandiri.

"Kami di Livin itu punya akses seandainya ada sesuatu yang mencurigakan, ada call center-nya, ada Livin Call-nya yang memang bebas biaya, dan bisa langsung memblokir kartunya via Livin. Jadi kalau misalkan tidak berkesempatan lewat call center itu bisa langsung request untuk blokir kartunya di Livin," jelasnya.

Imbauan serupa turut disampaikan oleh Regional CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 03, Bagus Ardani Sutoyo. Ia mengingatkan nasabah agar tidak tergiur mengeklik tautan sembarangan yang mengarah ke situs palsu pengatasnamakan bank BNI.

Bagus menegaskan, BNI telah menyediakan fitur pemblokiran kartu secara digital melalui aplikasi wondr by BNI jika ditemukan transaksi abnormal. Ia mengingatkan bahwa seluruh kanal informasi resmi dan valid hanya disebarkan melalui situs resmi perusahaan.

"Teman-teman juga tolong jangan sembarangan di medsos buka link-link yang bukan resmi, karena ini sangat berbahaya sekali. Jadi teman-teman tolong saya titip bijaksana dalam medsos, kemudian bukalah website-website resmi dan yang resmi ada di perbankan, yang ada di masing-masing bank," ucapnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads