LPS Financial Festival 2026 memasuki hari kedua yang digelar di Hotel Novotel Lampung, Minggu (6/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak meningkatkan literasi dan pemahaman mengenai sektor keuangan, khususnya pentingnya menjaga kesehatan perbankan.
Diskusi pertama dalam rangkaian acara tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan Herman Saheruddin serta Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi.
Dalam diskusi tersebut, Doddy Zulverdi menekankan bahwa keberadaan bank memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian nasional. Karena itu, kesehatan perbankan harus dijaga bersama-sama.
"Bank itu sangat penting dan harus sama-sama kita jaga," kata Doddy dalam diskusi LPS Financial Festival 2026 di Hotel Novotel Lampung, Minggu (6/9/2026).
Dia juga mengatakan bahwa untuk melihat apakah suatu bank tergolong tidak sehat, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika bank terlalu agresif menawarkan suku bunga yang berlebihan atau di luar kewajaran.
Selain itu, kondisi bank juga dapat dilihat dari neraca atau laporan keuangannya, terutama dari kualitas kredit yang diberikan.
"Misalnya, jika kredit macet sangat tinggi-dari 100 kredit yang diberikan, 90 di antaranya bermasalah maka kondisi tersebut menunjukkan adanya risiko yang sangat besar. Akibatnya, modal bank dapat semakin melemah," ungkapnya.
Oleh karena itu, untuk menilai kesehatan suatu bank, kata dia, kita harus melihat laporan keuangan dan neraca bank secara menyeluruh, termasuk kualitas kredit, jumlah kredit macet, kondisi modal, serta kemampuan bank dalam mengelola risikonya.
Simak Video "Video Farid Azhar Ingatkan Anak Muda Waspadai Jebakan Konsumtif Digital"
(csb/csb)