Sumatera Selatan

Kualitas Udara Palembang dan Ogan Ilir Sangat Tidak Sehat

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 06 Sep 2026 10:20 WIB
Foto: Kondisi kabut asap menyelimuti Kota Palembang (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memburuk. Palembang dan Ogan Ilir bahkan masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel pada Minggu (6/9/2026) pukul 05.00 WIB mencatat ISPU Palembang berada di angka 218. Sementara Ogan Ilir lebih tinggi, yakni mencapai 262.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHP Sumsel Idrus Salam mengatakan memburuknya kualitas udara tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tengah musim kemarau.

"Penurunan kualitas udara terparah biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari. Kondisi sedikit membaik pada siang hari," kata Idrus, Minggu (6/9/2026).

Idrus menjelaskan, kabut asap yang muncul di sejumlah wilayah dipengaruhi pergerakan angin yang membawa partikel polutan dari lokasi karhutla ke kawasan permukiman dan perkotaan.

Partikel halus seperti PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena dapat terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di wilayah yang berada jauh dari titik kebakaran.

Selain Palembang dan Ogan Ilir, sejumlah daerah Sumsel juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Prabumulih tercatat memiliki ISPU 132, Musi Banyuasin 134, Musi Rawas 150, PALI 198, dan Lahat 111. Seluruhnya masuk kategori tidak sehat.

Sementara Muara Enim berada dalam kategori sedang dengan ISPU 79. Adapun OKU Selatan menjadi daerah dengan kualitas udara terbaik dalam pemantauan tersebut, dengan ISPU 43 atau kategori baik.

Melihat kondisi tersebut, DLHP Sumsel mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Idrus turut mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan. Aktivitas tersebut dinilai dapat memperburuk kualitas udara sekaligus meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

"Untuk itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta menghentikan kebiasaan membakar sampah maupun lahan," ujarnya.

DLHP Sumsel masih melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota seiring musim kemarau serta penanganan karhutla yang masih berlangsung.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork