Karhutla di SM Padang Sugihan Capai 2.300 Hektare, BKSDA Siagakan 7 Posko

Sumatera Selatan

Karhutla di SM Padang Sugihan Capai 2.300 Hektare, BKSDA Siagakan 7 Posko

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 06 Sep 2026 08:01 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla di area SM Padang Sugihan
Foto: Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla di area SM Padang Sugihan (Dok. Manggala Agni)
OKI -

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 2.300 hektare sejak pekan pertama Agustus 2026.

Kepala Balai BKSDA Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto mengatakan jika Karhutla di SM Padang Sugihan, mulai muncul sejak pekan pertama Agustus 2026 dan kini diperkirakan telah membakar sekitar 2.300 hektare.

"SM Padang Sugihan itu memang sejak awal Agustus ya, minggu pertama Agustus itu sudah ada beberapa fire spot yang muncul di SM Padang Sugihan sejak awal Agustus. Tapi relatif bisa dikendalikan oleh tim posko yang ada di sana," katanya kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan saat ini masih ada beberapa titik api yang di padamkan oleh Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel dengan dukungan Manggala Agni, Balai Dalkarhut Sumatera, serta TNI.

"Dan saat ini masih ada beberapa fire spot yang sedang ditangani, dipadamkan oleh tim gabungan yang ada di sana. Ada posko-posko dari Brigdal Karhutla, BKSDA Sumsel, kemudian backup dari Manggala Agni, Balai Dalkarhut Sumatera, TNI, kemudian Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel juga mendukung dengan water bombing menggunakan helikopter," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, sejumlah titik api yang sebelumnya muncul dapat dilakukan pemadaman. Namun, titik api baru kembali muncul sejak 29 Agustus di kawasan SM Padang Sugihan, khususnya sekitar Posko Tambatan.

"Tapi sejak tanggal 29 Agustus itu muncul lagi fire spot baru di SM Padang Sugihan, tepatnya di daerah Posko Tambatan. Karena memang anginnya cukup kencang, sehingga api relatif cepat menyebar. Tim di darat secara optimal melakukan pemadaman, dibantu oleh Manggala Agni, Balai Dalkarhut Sumatera, TNI. Kemudian Satgas juga mengirimkan helikopter untuk WB setiap hari," jelasnya.

Berdasarkan perhitungan terakhir, luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2.300 hektare. Sementara itu, total luas SM Padang Sugihan mencapai sekitar 88.000 hektare. Di dalam kawasan tersebut terdapat 7.350 hektare yang diperuntukkan sebagai wildlife protection unit atau Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.

Ia menyampaikan BKSDA terus berupaya agar api tidak meluas ke kawasan tempat konservasi gajah tersebut. Saat ini terdapat 29 gajah binaan di kawasan PKG Jalur 21, termasuk satu gajah yang lahir pada 17 Agustus.

"Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit, Pusat Konservasi Gajah Jalur 21. Di sana ada 29 gajah binaan, termasuk ada satu yang lahir tanggal 17 Agustus," ujarnya.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BKSDA menempatkan tujuh posko di kawasan SM Padang Sugihan. Posko tersebut berasal dari Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel bersama masyarakat.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads