Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

Lisye Sri Rahayu - detikSumbagsel
Minggu, 06 Sep 2026 09:18 WIB
Gunung Anak Krakatau
Foto: Gunung Anak Krakatau (Dok. Situs Magma Kementerian ESDM)
Jakarta -

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami aktivitas erupsi hari ini. Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan aktivitas erupsi gunung tersebut tercatat pada pukul 03.53 WIB.

Dilansir detikNews, erupsi Gunung Anak Krakatau terekam selama 30 detik.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 03:53 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi 30 detik," demikian keterangan Badan Geologi di akun X-nya, Minggu (6/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu dari situs Magma Kementerian ESDM menyebutkan erupsi masih berlangsung. Namun tinggi kolom abu tidak teramati.

"Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," demikian keterangan situs Magma Kementerian ESDM.

ADVERTISEMENT

Badan geologi meminta warga menjauhi radius 3 km dari kawah.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," jelasnya.

Sebelumnya, BMKG mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB. BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situsnya.

Klaster pertama yakni ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," jelasnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.

"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten," jelasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads