Karhutla Kepung Lahan Gambut Tanjab Timur, Pemadaman Dikebut

Jambi

Karhutla Kepung Lahan Gambut Tanjab Timur, Pemadaman Dikebut

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Sabtu, 05 Sep 2026 06:30 WIB
Karhutla di lahan gambut Tanjabtim Jambi
Foto: Karhutla di lahan gambut Tanjabtim Jambi (Dok. Istimewa)
Jambi -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung kawasan lahan gambut di Desa Parit Culum, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Tim gabungan mempercepat pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas.

"Prioritas kita adalah memadamkan, mencegah meluas, dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," kata Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani saat meninjau lokasi karhutla, Jumat (4/9/2026).

Sani mengatakan penanganan karhutla di Jambi terus diperkuat melalui koordinasi BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan rawan terbakar saat musim kemarau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan gambut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi bertahan dan kembali muncul sehingga proses penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam.

Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa. Patroli juga dilakukan di sekitar lokasi untuk mendeteksi kemungkinan munculnya titik api baru.

ADVERTISEMENT

Sani mengatakan Pemprov Jambi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman karhutla. Seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons apabila ditemukan titik api.

"Alhamdulillah hari ini kita didampingi langsung oleh Bapak Wamen LH. Ini bentuk perhatian besar Pemerintah Pusat kepada Jambi. Kami di daerah sudah menginstruksikan BPBD, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk siaga penuh," ujar Sani.

Menurut Sani, upaya penanganan tidak hanya berorientasi pada pemadaman. Pemerintah juga mendorong pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang, salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat mengenai risiko pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Prioritas kita adalah memadamkan, mencegah meluas, dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar," katanya.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, tim gabungan menunjukkan penanganan yang dilakukan di kawasan Desa Parit Culum. Petugas terus bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap area yang terdampak.

Selain itu, patroli terpadu dilakukan untuk mengawasi kondisi kawasan sekitar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila terdapat titik api baru maupun bara yang kembali menyala.

Dalam kunjungan tersebut juga diserahkan bantuan berupa mesin pompa air dan masker kepada masyarakat. Bantuan itu diberikan untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus membantu warga menghadapi dampak asap di sekitar lokasi.

Setelah meninjau lokasi karhutla, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan intake air di kawasan WKS. Pemerintah juga meminta masyarakat ikut berperan dalam mencegah karhutla. Warga diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat yang melihat adanya titik api juga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas. Penanganan karhutla di kawasan Desa Parit Culum masih dilakukan secara terpadu.

Pemerintah daerah bersama aparat, tim pemadam dan masyarakat berupaya memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Sani menegaskan keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan. Peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api dinilai sama pentingnya.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran ini meluas. Kita ingin penanganan di lapangan berjalan cepat dan masyarakat juga ikut menjaga lingkungan," tutup Sani.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads