Tata Cara Sholat Meminta Hujan Lengkap Doa Mustajab dan Adabnya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 02 Sep 2026 23:00 WIB
Ilustrasi sholat meminta hujan. (Foto: Eka Rimawati)
Palembang -

Musim kemarau panjang yang melanda menjadi salah satu kondisi yang perlu disikapi dengan ikhtiar lahir dan batin. Dalam ajaran Islam, umat muslim dianjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui sholat meminta hujan atau yang dikenal dengan sholat istisqa.

Kata istisqa berasal dari istasqa-yastasqi yang bermakna memohon air. Sholat sunnah ini disyariatkan saat suatu daerah tertimpa bencana kekeringan atau panceklik.

Menurut Jumhur Ulama, hukum menunaikan sholat istisqa adalah sunnah muakkadah. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW dari riwayat Abbad bin Tamim:

"Nabi SAW keluar ke tanah lapang untuk meminta turunnya air hujan, lalu beliau menghadap kiblat shalat dua rakaat, lalu membalikkan selendangnya, meletakkan yang sebelah kanan menjadi sebelah kiri."

(HR. Bukhari no. 1027 dan Muslim no. 894)

Jika hujan belum kunjung turun, sholat istisqa dapat diulang dua kali atau lebih hingga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya.

Tata Cara Sholat Meminta Hujan (Istisqa)

Sebelum dan saat menunaikan sholat istisqa, terdapat beberapa aturan dan urutan tata cara yang perlu dipahami:

  • Pakaian dan Sikap: Menggunakan pakaian yang sederhana (tidak berlebihan) serta menampakkan rasa butuh dan ketundukan kepada Allah SWT.
  • Lokasi: Disunnahkan dilakukan di tanah lapang terbuka.
  • Tanpa Azan dan Iqamah: Pelaksanaan sholat dilakukan tanpa azan maupun iqamah, cukup dengan seruan "Ash-shalaatu jaami'ah".
  • Jumlah Rakaat: Dilakukan sebanyak 2 rakaat sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
  • Bacaan Sholat: Mengeraskan bacaan (jahar) pada rakaat pertama dan kedua. Tidak ada ketentuan surat khusus yang wajib dibaca.
  • Khutbah: Dilaksanakan setelah sholat selesai, disertai anjuran bagi imam untuk membalikkan selendangnya (bahu kanan ke kiri) saat berdoa di akhir khutbah.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork