Tata Cara Sholat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan

Tata Cara Sholat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Minggu, 30 Agu 2026 06:00 WIB
Salat Istisqa Digelar di Bundaran Besar Palangka Raya
Ilustrasi/Salat Istisqa Digelar di Bundaran Besar Palangka Raya. Foto: Istimewa
Balikpapan -

Sholat Istisqa merupakan salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam ketika mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air. Ibadah sunnah ini menjadi bentuk ikhtiar sekaligus doa kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat bagi kehidupan.

Pelaksanaan sholat Istisqa biasanya dilakukan secara berjamaah di tanah lapang. Selain melaksanakan sholat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, berdoa, serta memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Tata cara sholat Istisqa pada dasarnya memiliki ketentuan tersendiri yang perlu diperhatikan, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga rangkaian khutbah dan doa setelah sholat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentang Sholat Istisqa

Salat Istisqa adalah salah satu sholat sunnah khusus dalam agama Islam yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di suatu daerah yang mengalami kekeringan atau kekurangan air.

Mia Siti Aminah dalam bukunya yang berjudul Muslimah Career, mengartikan sholat istisqa adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkannya hujan.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya). Para ulama Fiqh mendefinisikan salat Istisqa sebagai salat Sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.

Dengan sholat istisqa, seseorang memohon kepada Allah SWT agar disegerakan turunnya hujan ketika terjadi kekeringan atau ketika musim kemarau berkepanjangan.

Salat istisqa' telah dipraktikkan di zaman Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA disebutkan:

خرج النبي صلى الله عليه وسلم يوماً يستسقي فصلى بنا ركعتين بلا أذان ولا إقامة ثم خطبنا ودعا الله عز وجل وحول وجهه نحو القبلة رافعاً يديه ثم قلب ردائه فجعل الأيمن الأيسر والأيسر الأيمن

Artinya: Nabi Muhammad SAW keluar rumah pada suatu hari untuk memohon diturunkan hujan, lalu beliau salat dua rekaat bersama kita tanpa azdan dan iqamat, kemudian beliau berdiri untuk khutbah dan memanjatkan doa kepada Allah Swt dan seketika itu beliau mengalihkan wajahnya (dari semula menghadap ke arah hadirin) menghadap ke kiblat serta mengangkat kedua tangannya, serta membalikkan selendang sorbannya, dari pundak kanan ke pundak kiri, begitupun ujung sorbannya. (HR. Imam Ahmad)

Tata Cara Sholat Istisqa

Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, disebut salat istisqa' ditunaikan sebanyak dua rakaat, dilaksakan secara berjamaah di tanah lapang dan tempat terbuka.

Adapun waktu pelaksanannya ketika matahari mulai naik. Tidak ada seruan adzan dan iqamat, tetapi ada anjuran menyerukan kalimat "ash-shalatu jami'ah". Hal ini berdasar hadits riwayat Abu Hurairah yang dikutip Syaikh DR Alauddin Za'tari dalam buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i.

Moh. Rifa'i dalam bukunya Risalah Tuntunan Shalat Lengkap mengemukakan bahwa terdapat tiga cara pelaksanaan sholat istisqa, yaitu:

1. Berdoa di sembarang tempat dan waktu dengan suara yang nyaring atau lemah
2. Menambah doa istisqa pada khutbah Jum'at
3. Sholat berjamaah sebanyak dua rakaat disertai khutbah

Masih mengutip dari sumber yang sama, tata cara sholat istisqa yaitu:

1. Tiga hari sebelum sholat istisqa, Imam atau Ulama memerintahkan kaumnya agar berpuasa selama tiga hari, melakukan amal baik seperti sedekah, taubat, melakukan perdamaian, dan menghindari kezhaliman.

2. Pada hari keempat, seluruh kaum dan binatang ternak keluar dari rumah dengan memakai pakaian sederhana, tidak berhias, tidak memakai wangi-wangian, dan memperbanyak membaca istighfar. Kemudian mereka diarahkan ke tanah lapang untuk melakukan sholat istisqa.

3. Setelah salam, khatib membaca dua khutbah. Pada khutbah pertama dimulai dengan membaca istighfar sebanyak sembilan kali. Sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan membaca istighfar sebanyak tujuh kali.

Panduan Sholat Istisqa

Masih dikutip dari buku karya KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut tata cara sholat istisqa:

1. Niat

Bacaan niat sholat istisqa yang dapat dilantunkan yaitu,

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli sunnatal istisqa'i rak'ataini (imaaman/ma'muman) lillahi ta'ala

Artinya: Aku sengaja salat sunnah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah ta'ala.

2. Shalat Dua Rakaat

  • Rakaat pertama takbir 7 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, dilanjut surat Al-A'la.
  • Rukuk, dua sujud dan duduk di antara dua sujud.
  • Rakaat kedua takbir 5 kali sebelum membaca surat Al-Fatihah, dilanjut surat Al-Ghasyiyah.
  • Rukuk, dua sujud dan duduk di antara dua sujud.
  • Duduk tahiyat akhir serta membaca bacaan sholat wajib.
  • Diakhiri dengan bacaan salam dengan menolehkan wajah dan kepala ke kanan dan ke kiri.

3. Khutbah

  • Khutbah bisa dua atau sekali sebelum (atau setelah) shalat, namun setelah shalat lebih utama.
  • Sebelum masuk khutbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.
  • Sebelum masuk khutbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.
  • Perbanyak doa dalam khutbah kedua.

4. Bacaan Istighfar Istisqa

اَسْتَغْفَر اللَّه الْعَظِيمُ الَّذِى لا اله الا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوْبُ إِلَيْهِ

Bacaan latin: Astaghfirullahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi.

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah. Dia yang hidup dan yang tegak dan saya bertaubat kepada-Nya".

5. Bacaan Doa Istisqa

Arab Latin: Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii'an ghadaqan mujallalan 'aaman thabaqan sahhan daa'iman. Allaahummasqinal ghaitsa wa laa taj'alnaa minal qaanithiina. Allaahumma bil 'ibaadi wal balaadi wal bahaa'imi wal khalqi minal-la'awaa'i wal jahdi wadhdhanki maa laa nasykuhu illaa ilaika. Allahumma anbit lanaz-zar'a wa adirra lanadh-dhar'a, wasqinaa min barakaatis-samaa'i, wa anbit lanaa min barakaatil ardhi. Allaahummarfa' 'annaljahda, waljuu'a wal 'uraa, waksyif'annaa mina/ balaa'i maa laa yaksyifuhu ghairuka. Allaahumma innaa nastaghfiruka innaka kunta ghaffaaran, fa arsilis-samaa'a 'alainaa midraaran. Allaahummasqi 'ibaadaka wa bahaa'imaka, wansyur rahmataka, wa ahyi baladakal mayyita.

Artinya: Ya Allah berilah kami hujan yang bermanfaat, berakibat baik, mendatangkan kemakmuran, melimpah, banyak, merata, dan selalu tercurah. Ya Allah, berilah kami hujan dan jangan biarkan kami menjadi orang-orang yang berputus asa. Ya Allah, lindungilah hamba-hamba, negeri-negeri, hewan-hewan, dan seluruh makhluk dari penyakit, kesempitan dan kesulitan, di mana kami tidak mengadukannya kecuali kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkanlah tanaman bagi kami, pancarkanlah air susu bagi kami, curahilah kami hujan dari keberkahan langit dan tumbuhkanlah untuk kami segala keberkahan bumi. Ya Allah, angkatlah dari kami kesulitan, kelaparan, dan ketelanjangan. Angkatlah (hilangkanlah) dari kami segala bala, yang tiada seorang pun mampu untuk mengangkatnya selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu, karena Engkaulah Maha Pengampun. Kirimkanlah hujan deras dari langit kepada kami. Ya Allah curahkanlah hujan kepada hamba-hamba dan hewan-hewan ternak. Tebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah burni-Mu yang mati.

Semoga ikhtiar kita diterima oleh Allah SWT, aamiin ya rabbal alamin.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads