Sebanyak 295 hotspot terdeteksi di Bengkulu selama Agustus 2026. Dari jumlah itu, Kabupaten Kaur menjadi daerah yang paling banyak dengan 120 titik. Sementara berdasarkan pemantauan satelit BMKG hingga Agustus 2026, masih terdapat 32 hotspot yang terdeteksi di sejumlah wilayah Bengkulu.
Prakirawan BMKG Bengkulu Evi Ismiaizizah mengatakan, munculnya ratusan hotspot selama Agustus menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
"Meski sampai saat ini belum ada laporan kejadian karhutla, masyarakat tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data satelit BMKG Agustus 2026, dari 32 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 31 titik berada pada kategori sedang. Sedangkan satu titik masuk kategori tinggi dan terpantau berada di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.
Kaur Catat 120 Hotspot
Dari total 295 hotspot yang terdeteksi selama Agustus, Kabupaten Kaur menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling banyak, yakni 120 titik.
BMKG meminta masyarakat dan seluruh pihak di wilayah yang memiliki banyak hotspot meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Jangan sampai hotspot yang terpantau berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan dan kewaspadaan masyarakat sangat penting," jelas Evi.
Evi juga meminta masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran. Penanganan sedini mungkin diperlukan agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Suhu Bengkulu Capai 32,4 Derajat Celsius
BMKG mengingatkan keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran. Namun, temuan tersebut dapat menjadi indikator yang perlu diperhatikan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan lahan relatif kering.
Suhu udara di Bengkulu saat ini juga terpantau cukup tinggi. Suhu maksimum tercatat mencapai 32,4 derajat Celsius.
"Kondisi suhu yang cukup tinggi dan lahan yang kering perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi api menjalar apabila terdapat sumber pemicu," jelasnya.
Evi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di area terbuka dan kawasan yang vegetasinya mulai mengering.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
BMKG mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Kewaspadaan dinilai penting agar Bengkulu terhindar dari kejadian karhutla seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Suhu Bengkulu Capai 32,4 Derajat Celsius
BMKG mengingatkan keberadaan hotspot tidak serta-merta berarti telah terjadi kebakaran. Namun, temuan tersebut dapat menjadi indikator yang perlu diperhatikan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan lahan relatif kering.
Suhu udara di Bengkulu saat ini juga terpantau cukup tinggi. Suhu maksimum tercatat mencapai 32,4 derajat Celsius.
"Kondisi suhu yang cukup tinggi dan lahan yang kering perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi api menjalar apabila terdapat sumber pemicu," jelasnya.
Evi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di area terbuka dan kawasan yang vegetasinya mulai mengering.
Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membakar sampah di area terbuka tanpa pengawasan. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
