Gempa bumi bermagnitudo (M) 4,1 mengguncang wilayah Pesisir Barat, Lampung, Kamis (27/8/2026) petang. Getaran gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Bengkunat, Krui, dan Liwa.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 18.33.48 WIB. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,54 Lintang Selatan (LS) dan 103,63 Bujur Timur (BT), sekitar 52 kilometer barat daya Pesisir Barat, Lampung.
Gempa tersebut berada pada kedalaman 25 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut," kata Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan laporan masyarakat, getaran paling kuat dirasakan di Bengkunat dengan skala intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Sementara itu, gempa dirasakan di Krui dengan intensitas II-III MMI. Adapun di Liwa, getaran tercatat pada skala II MMI, yang dirasakan oleh beberapa orang hingga membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hartanto mengatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," ujarnya.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Hingga pukul 19.08 WIB, belum terdeteksi adanya gempa bumi susulan.
"Hingga pukul 19.08 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," kata Hartanto.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta memperoleh informasi terkait gempa hanya melalui kanal resmi BMKG.
