Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Yandri Susanto menyiapkan sejumlah program untuk Kabupaten Merangin, Jambi. Tiga kepala desa (kades) bakal dikirim ke China untuk belajar strategi mengembangkan desa dan daerah tertinggal.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program kursus bagi putra-putri dari setiap desa di Merangin yang diarahkan untuk membuka peluang bekerja di Jepang. Dukungan lainnya berupa bantuan Rp 2,5 miliar untuk setiap Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).
Program tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Upacara Retreat Kepala Desa Kabupaten Merangin di Dodikjur Rindam III Siliwangi, Bandung, Senin (24/8). Bantuan dan program itu ditujukan untuk memperkuat sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti saya minta tiga orang kepala desa dari Kabupaten Merangin akan kita kirim ke Tiongkok, untuk mengikuti pendidikan strategi memajukan desa atau daerah tertinggal," ujar Yandri, Selasa (25/8/2026).
Merangin memiliki 205 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan. Dari setiap desa, satu putra atau putri akan mendapat kesempatan mengikuti kursus yang disiapkan pemerintah untuk membuka peluang kerja di Jepang.
Yandri juga menjanjikan dukungan bagi Bumdesma di setiap kecamatan melalui Program Sehati. Masing-masing Bumdesma akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,5 miliar.
Dengan 24 kecamatan, bantuan tersebut berpotensi memperkuat modal usaha Bumdesma di tingkat kecamatan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengarahkan program tersebut untuk membuka usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Selain bantuan dan pengembangan SDM, pemerintah pusat juga akan membantu Merangin membuka akses ekspor sejumlah komoditas unggulan.
"Kita juga akan membantu Kabupaten Merangin untuk mengekspor berbagai komoditi unggulan seperti kopi, gula aren, jahe dan berbagai produk pertanian dan unggulan lainnya," katanya.
Bupati Merangin M Syukur mengatakan Pemkab akan memetakan potensi unggulan masing-masing kecamatan dan desa. Komoditas yang memiliki potensi ekonomi akan diklasterkan sehingga pengembangan hingga pasar ekspor bisa lebih terarah.
"Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan Pak Mendes PDTT. Kami akan mengklasterkan berbagai unggulan setiap kecamatan dan desa, baik produk pertanian maupun produk lainnya," ujar Syukur.
Syukur berharap seluruh program pemerintah pusat tersebut tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi benar-benar dimanfaatkan pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM, menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Merangin.
"Harapan kami, berbagai program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah desa dan masyarakat Merangin sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Bupati Syukur.
