Prabowo Minta Kebakaran Way Kambas Segera Padam, Helikopter-Alkon Dikirim

Lampung

Prabowo Minta Kebakaran Way Kambas Segera Padam, Helikopter-Alkon Dikirim

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Senin, 24 Agu 2026 18:01 WIB
Kondisi terkini kebakaran di TN Way Kambas.
Kondisi terkini kebakaran way Kambas. (Foto: Istimewa)
Lampung -

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung akan diperkuat dengan dukungan dua helikopter water bombing dan 20 alat pemadam kebakaran (alkon) atau pompa air. Bantuan tersebut disiapkan untuk mempercepat pemadaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Dukungan itu disampaikan dalam rakor penanggulangan karhutla di Sumatera dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring bersama Forkopimda Lampung, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan masih ada sekitar 100,7 hektare lahan yang terbakar. Selain itu, 79 titik panas (hotspot) masih terpantau di wilayah Lampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo kemudian meminta penanganan kebakaran dipercepat. Dukungan pemadaman dari udara dan darat pun disiapkan. Dua helikopter water bombing akan dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran dari udara.

Satu helikopter didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. Sementara satu helikopter lainnya digeser dari Jawa Timur menuju Lampung.

ADVERTISEMENT

Prabowo sempat menanyakan dua helikopter tambahan tersebut cukup untuk menangani karhutla yang masih terjadi.

"Dengan dua heli water bombing, menurut Anda cukup atau tidak?" tanya Prabowo.

"Tidak cukup," jawab Mirza.

Mendengar jawaban tersebut, Prabowo meminta dukungan helikopter ditambah. Bantuan udara diperlukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Prabowo juga meminta Tim Alfa TNI dikerahkan ke kawasan TNWK untuk membantu penanganan titik api.

"Tim Alfa bisa digerakkan ke TNWK. Saya minta titik apinya segera dipadamkan di situ," ujar Prabowo.

Selain dukungan udara, Prabowo memerintahkan penambahan peralatan pemadaman di darat. Mirza menyampaikan kebutuhan pompa air untuk menjangkau lokasi kebakaran yang jauh dari kanal.

"Pompa air perlu untuk yang jauh dari kanal, Pak Presiden," kata Mirza.

Prabowo kemudian menanyakan jumlah pompa yang dibutuhkan.

"Berapa yang Anda perlu?" tanya Prabowo.

"10, Pak Presiden," jawab Mirza.

Prabowo justru meminta jumlah pompa yang dikirim ditambah menjadi dua kali lipat.

"Iya, bagus. Saya kirim 20," kata Prabowo.

Puluhan alkon tersebut nantinya akan digunakan untuk menyuplai air ke lokasi yang sulit dijangkau. Selain pompa, pemerintah juga menyiapkan flexible tank dan selang pemadam portabel.



(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads