Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Selatan, Joncik Muhammad mengajak pengurus PAN dan anak yatim doa bersama untuk korban bencana gempa bumi di NTT, dan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan doa bersama itu digelar di Kantor DPW PAN Sumsel Jalan Alamsayah Ratu Prawiranegara, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HUT PAN ke-28.
"Hari ini kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa maupun masyarakat yang terdampak karhutla," katanya kepada wartawan, usai kegiatan di Kantor DPW PAN Sumsel, Minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Joncik, doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati kader PAN terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik.
"Kita mendoakan agar para korban yang terdampak bencana diberikan ketabahan, kesehatan dan kekuatan. Semoga kondisi di daerah-daerah yang terdampak karhutla segera membaik dan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal," ujarnya.
Joncik menjelaskan, setiap DPD PAN di Sumsel didorong untuk menyantuni sedikitnya 280 orang sebagai bagian dari rangkaian HUT PAN ke-28. Jumlah tersebut merupakan batas minimal dan setiap daerah dipersilakan memberikan santunan kepada lebih banyak penerima manfaat.
"Setiap DPD kita minta untuk menyantuni paling sedikit 280 orang. Kalau bisa lebih banyak, tentu lebih baik. Ini bentuk kepedulian PAN kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum duafa," katanya.
Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari upaya PAN agar keberadaan partai dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Kita ingin PAN hadir bukan hanya ketika ada kegiatan politik, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Momentum HUT ke-28 ini kita jadikan kesempatan untuk berbagi dan membantu sesama," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, tepat pada 23 Agustus 2026, PAN genap berusia 28 tahun. Peringatan HUT tahun ini sengaja digelar secara sederhana dengan mengutamakan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Hari ini tepat tanggal 23 Agustus, 28 tahun yang lalu PAN dilahirkan. Kita hari ini memperingati secara sederhana di seluruh Indonesia, secara daring dengan judul PAN bantu rakyat, kado buat rakyat," kata Zulkifli Hasan dalam sambutannya di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, secara daring.
Zulkifli mengatakan, seluruh kader PAN di berbagai daerah diarahkan untuk menjadikan momentum ulang tahun partai sebagai kesempatan membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kita lakukan secara sederhana. Seluruh kemampuan yang kita punyai, kita berikan kado untuk rakyat," ujarnya.
Ia juga menyinggung program Lapor PAN yang mulai dijalankan sejak bulan sebelumnya. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kebutuhan pangan, biaya pendidikan hingga masalah kesehatan.
"Kalau ada yang lapor ada kesulitan, kita siap. Sudah dipersiapkan. Kalau ada anak-anak Indonesia yang enggak bisa sekolah karena kesulitan biaya, kita sudah siapkan beasiswa," kata Zulkifli.
Menurutnya, semangat saling membantu tersebut akan terus menjadi bagian dari kegiatan PAN ke depan.
"Pendek kata, 28 tahun ini, hari-hari ini dan hari-hari yang mendatang, kita bantu rakyat. Dalam situasi keadaan kita yang sekarang ini, kita saling berbagi, saling membantu kembali," imbuhnya..
Sementara itu, salah seorang penerima santunan, Ilham mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan berupa uang tunai dan sembako tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan uang dan sembako. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti yang dilakukan PAN dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
"Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan bantuan," katanya.
