Program Palembang Sehat yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) menuai manfaat bagi warga. Berbagai layanan kesehatan dari Wali Kota Palembang memudahkan masyarakat mendapatkan pengobatan tanpa perlu terbebani biaya.
Program tersebut mencakup berobat dan layanan kesehatan gratis, ambulans antar jemput pasien, hingga penguatan pelayanan puskesmas. Saat ini, masyarakat Palembang bisa menikmati rawat inap di puskesmas selama 24 jam apabila membutuhkan penanganan medis tingkat dasar.
Salah satu warga yang merasakan manfaat Program Palembang Sehat adalah Rina (42). Menurutnya, keberadaan pelayanan kesehatan mudah diakses dan membuat warga tidak terlalu khawatir ketika membutuhkan pengobatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program Palembang Sehat ini sangat membantu masyarakat khususnya saya. Kalau ada keluarga yang sakit, kami bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terlalu memikirkan biaya. Apalagi ada layanan ambulans yang bisa membantu warga ketika membutuhkan antar jemput tinggal telpon 119," katanya saat ditemui, Jumat (21/8/2026).
Rina menilai program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"Kalau yang paling kami rasakan itu pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah. Puskesmas juga lebih dekat sehingga tidak harus langsung ke rumah sakit. Kami berharap program seperti ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan," lanjutnya.
Warga lainnya, Andi (51) mengapresiasi pelayanan puskesmas yang semakin diperkuat. Menurutnya, keberadaan layanan rawat inap 24 jam menjadi salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.
"Kalau malam ada keluarga yang sakit, adanya pelayanan 24 jam tentu sangat membantu. Tidak semua kondisi harus langsung dibawa jauh ke rumah sakit. Puskesmas bisa menjadi tempat pertolongan pertama," ungkapanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina mengatakan saat ini ada lima puskesmas yang resmi memiliki layanan rawat inap yakni Puskesmas Basuki Rahmat, Alang-Alang Lebar, Sei Selincah, Sematang Borang, dan Sukarami.
"Tidak hanya ingin mempertahankan layanan kesehatan gratis, kami juga akan meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat dasar,"katanya.
Fenty menambahkan nantinya setiap puskesmas ditargetkan mendapatkan dukungan dokter spesialis. Kehadiran dokter spesialis diharap bisa memperkuat puskesmas dalam menangani berbagai persoalan kesehatan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
Menurutnya, penguatan pelayanan kesehatan tingkat dasar menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
"Adanya dokter spesialis, masyarakat diharapkan bisa memperoleh pemeriksaan dan konsultasi yang lebih lengkap tanpa harus selalu mendatangi rumah sakit. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah permukiman," jelasnya.
Masih kata Fenty, Pemkot Palembang telah meraih penghargaan Gold Award dalam kategori Teknologi Informasi Kesehatan pada ajang Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) VIII 2025. Penghargaan ini diraih melalui inovasi digital bertajuk Mortality Data System (MDS).
"Sebelumnya, ada penghargaan lain yang diraih Dinas Kesehatan seperti Stunting Award dan ATM Award dari Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes), yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri pada Pentaloka Nasional Adinkes di Kota Solo," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pelayanan pengobatan yang berjalan tersebut memperkuat program peningkatan kualitas gizi. Upaya itu dilakukan sebagai strategi pemerintah dalam menekan angka stunting.
Pemkot juga menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Palembang dalam upaya tersebut. Salah satu pola yang dikembangkan adalah program ibu atau bapak asuh bagi anak yang berisiko mengalami masalah gizi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendampingan terhadap keluarga, khususnya dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan memantau tumbuh kembang secara berkala.
"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Harus ada kolaborasi dengan masyarakat, keluarga, TP PKK dan seluruh pihak yang berkaitan. Pola ibu atau bapak asuh ini menjadi salah satu upaya agar anak-anak yang membutuhkan perhatian bisa mendapatkan pendampingan," jelasnya.
Program peningkatan gizi juga diarahkan agar tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang telah mengalami masalah pertumbuhan. Edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan dan pemantauan kesehatan menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting sejak dini.
Pemkot Palembang pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mulai dari kemudahan akses pengobatan, layanan ambulans, penguatan puskesmas, pelayanan rawat inap hingga peningkatan kualitas gizi masyarakat. Semua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih dekat dengan warga.
Dengan begitu, Program Palembang Sehat diharapkan tidak sekadar memberikan pengobatan gratis, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat dan berkualitas bakat Palembang.
Simak Video "Video K-Talk: SUPER JUNIOR-83z Punya 'Promise' Spesial buat E.L.F Indonesia"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
