Video konvoi sejumlah pelajar di Kota Palembang viral di media sosial. Sorotan muncul karena salah satu di antaranya memamerkan senjata api rakitan (senpira) jenis revolver.
Dalam video itu, konvoi puluhan pelajar mengendarai sepeda motor tampak melintas di sejumlah ruas jalan di Palembang hingga kawasan Jembatan Ampera. Aksi itu diduga dilakukan sebelum peringatan HUT RI.
Polisi langsung menindaklanjuti video tersebut dengan melakukan penyelidikan. Seorang pelajar yang diduga membawa dan menguasai senpira dalam video itu kemudian berhasil diidentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi mengenai video konvoi pelajar tersebut.
"Kalau terkait unggahan di medsos terkait konvoi pelajar sudah kami tindak lanjuti melalui penyelidikan. Telah teridentifikasi salah seorang pelajar yang diduga menguasai dan telah diamankan, dan kini menjalani pemeriksaan di Polrestabes Palembang," kata Jedi, Selasa (18/8/2026).
Penyelidikan dilakukan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang di bawah pimpinan Kasubnit Ipda Popay. Petugas kemudian mendatangi bedeng kontrakan yang ditempati pelajar tersebut di kawasan Silaberanti, Jakabaring, Palembang.
Dari lokasi itu, polisi menemukan satu pucuk senpira jenis revolver beserta satu butir amunisi.
"Saat dilakukan penggeledahan di bedeng kontrakan yang ditempati pelajar tersebut di kawasan Silaberanti, Jakabaring, Palembang, polisi menemukan satu pucuk senpira jenis revolver dan satu butir amunisi," ujar Popay.
Senpira dan amunisi tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan pemeriksaan. Polisi juga mengamankan sepeda motor yang diduga digunakan pelajar tersebut saat mengikuti konvoi.
Dari pemeriksaan awal, pelajar tersebut mengakui senpira itu miliknya. Kepada penyidik, dia mengaku mendapatkan senjata tersebut melalui marketplace Facebook.
Uang untuk membeli senpira itu, kata polisi, dikumpulkan dari uang jajan yang ditabungnya. Pelajar tersebut juga mengaku membeli senpira bukan untuk melakukan aksi kejahatan.
"Untuk gagah-gagahan atau gaya-gayaan saja," ungkapnya kepada penyidik.
Polisi kini masih mendalami asal-usul senpira tersebut, termasuk keterkaitannya dengan video konvoi yang viral. Petugas juga menelusuri bagaimana senjata rakitan itu bisa diperoleh oleh pelajar tersebut.
Sementara itu, dalam unggahan salah satu akun diduga pelajar yang terlibat konvoi, menyebut jika dia dan yang lainnya tak mengetahui jika salah satu dari mereka membawa senpira.
"Kami tidak tahu jika salah satu dari kami membawa senpira dan kami tegaskan tujuan kami bukan untuk swiping," tulis akun tersebut.
Akun tersebut juga meminta apabila ada anggota kelompok yang terbukti membawa, memiliki, atau menggunakan senpira, diproses sesuai hukum yang berlaku.
