Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 06.25 WIB. Letusan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 557 meter di atas permukaan laut.
Kolom letusan teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Andi Suwardi mengatakan kolom abu hasil erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut," kata Andi, Senin.
Menurut Andi, aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf. Erupsi memiliki amplitudo maksimum 57 milimeter dengan durasi selama 107 detik.
Andi mengimbau masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di sekitar kawah aktif juga dibatasi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," ujarnya.
Gunung Anak Krakatau diketahui masih menjadi salah satu gunung api yang aktivitasnya terus dipantau.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik dari petugas dan instansi terkait.
