Bendera Merah Putih sepanjang 2.026 meter akan dibentangkan di atas Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan itu juga memecahkan rekor MURI karena diikuti oleh ribuan pendaki.
Ketua Balai Registrasi Gunung Api Dempo, Dian Saputra mengatakan pembentangan Merah Putih tersebut akan berlangsung pada 17 Agustus 2026, namun akan disesuaikan dengan situasi cuaca dan kondisi lapangan demi menjamin keamanan seluruh peserta.
Saat ini, kata Dian, pihaknya bersama para komunitas pecinta alam dan Pemerintah Kota Pagar Alam sudah melakukan persiapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Giat ini untuk rekor MURI pembentangan bendera sepanjang 2.026 meter di gunung, kegiatan ini sekaligus memperingati HUT ke-81 RI. Mungkin akan diikuti lebih dari 1.000 peserta," katanya.
Ia menjelaskan para peserta yang akan melakukan pembentangan Merah Putih di atas Gunung Dempo berasal dari 50 orang tim dari Jakarta, Brigade, Komunitas Pecinta Alam, serta pemerintah kota Pagar Alam. Menurutnya, tim akan mulai bergerak ke Puncak Gunung Dempo mulai besok, Minggu (16/8/2026).
"Tim dari Jakarta 50 orang, Brigade, Pencinta Alam dan Pemkot. Serta akan diikuti juga oleh para pendaki yang akan melakukan pendakian, hingga hari ini (15/8) yang sudah terkonfirmasi di angka 800 hingga 900 pendaki dan akan melakukan pendakian pada besok hari. Totalnya kurang lebih 1.500 orang dalam pembentangan bendera sepanjang 2.026 meter," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Brigade Desta Ndruru mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang cukup besar dengan tingkat risiko yang juga besar. Pihaknya mengimbau agar para pendaki yang akan mengikuti acara tersebut untuk mempersiapkan diri.
"Imbauan kita untuk para pendaki agar melengkapi seluruh perlengkapan, logistik maupun mempersiapkan fisik. Kita juga sudah menyiapkan hadiah atau doorprize kepada pendaki yang membawa turun sampah paling banyak, jadi selain pembentangan bendera kita juga melakukan bakti sosial pembersihan sampah di Gunung Dempo," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas serta pihak lainnya. Serta menyiapkan satu unit helikopter yang digunakan untuk evakuasi apabila terjadi permasalahan.
