Gudang Penyimpanan Makanan Beku di Bandar Lampung Terbakar

Lampung

Gudang Penyimpanan Makanan Beku di Bandar Lampung Terbakar

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 12 Agu 2026 14:30 WIB
Petugas saat memadamkan kebakaran di gudang penyimpanan makanan beku di Bandar Lampung
Foto: Petugas saat memadamkan kebakaran di gudang penyimpanan makanan beku di Bandar Lampung (Dok. Damkarmat Bandar Lampung)
Bandar Lampung -

Kebakaran menghanguskan penyimpanan makanan beku di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Sejumlah barang dan tiga kendaraan ludes dalam kejadian tersebut.

Kebakaran terjadi pada Selasa (11/8/2026) malam. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung menerima laporan kejadian sekitar pukul 21.09 WIB.

Petugas langsung menuju lokasi dan mengerahkan 18 unit kendaraan pemadam. Sebanyak 90 personel dikerahkan untuk menangani kobaran api yang membakar gudang dengan luas sekitar 1.000 meter persegi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danton A Damkarmat Kota Bandar Lampung, Budiyanto mengatakan api cepat membesar karena material di dalam gudang didominasi barang yang mudah terbakar.

"Di dalam gudang banyak barang yang mudah terbakar, seperti plastik dan minyak. Itu yang membuat api cepat membesar dan proses pemadaman cukup sulit," katanya, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Petugas melakukan pemadaman dari sejumlah titik. Sekitar 50 tangki air digunakan untuk memastikan kobaran api benar-benar padam.

"Karena materialnya banyak yang mudah terbakar, kami melakukan penyemprotan secara terus-menerus dan dari beberapa titik," ujarnya.

Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.46 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Budiyanto menyebut tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka," katanya.

Sementara itu, penjaga gudang, Angga, menyebut api pertama kali terlihat dari bagian ujung dalam bangunan. Kebakaran kemudian dengan cepat menjalar ke barang-barang di sekitarnya. Dia menduga kebakaran dipicu korsleting listrik.

"Saya melihat api dari bagian ujung dalam gudang. Dugaan sementara dari korsleting listrik, kemudian api cepat menyambar karena banyak barang yang mudah terbakar," ujar Angga.

Banyak peralatan operasional gudang ikut terbakar. Barang yang rusak antara lain sekitar 200 freezer, 40 showcase, 15 unit AC, empat komputer, satu laptop, empat CPU, 20 printer struk, 50 mesin edisi, serta dua kontainer pendingin.

Api juga menghanguskan satu mobil Grand Max, satu motor Honda Revo dan satu motor Yamaha Mio. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Petugas akan memeriksa lokasi dan sumber awal api guna mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads