Pertamina Tanam 760 Bibit Terumbu Karang di Pulau Tikus Bengkulu

Bengkulu

Pertamina Tanam 760 Bibit Terumbu Karang di Pulau Tikus Bengkulu

Hery Supandi - detikSumbagsel
Selasa, 11 Agu 2026 21:30 WIB
Penanaman terumbu karang di Pulau Tikus, Bengkulu
Penanaman terumbu karang di Pulau Tikus, Bengkulu (Foto: Istimewa)
Bengkulu -

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama komunitas penyelam dan masyarakat menanam 760 bibit terumbu karang di tiga titik Perairan Pulau Tikus. Ditargetkan terumbuh karang ini tumbuh 80 persen.

Penanaman dilakukan bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi terumbu karang sekaligus menjaga ekosistem laut di kawasan Pulau Tikus yang menghadapi ancaman abrasi.

Dalam kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal Pulau Baai menggandeng Stars Diving Bengkulu dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 40 rak spider digunakan sebagai media transplantasi terumbu karang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masing-masing rak diisi 19 bibit terumbu karang. Rak tersebut kemudian ditempatkan pada tiga kedalaman perairan, yakni sekitar 2 meter, 4-5 meter, dan 6-7 meter.

Metode spider merupakan salah satu metode transplantasi terumbu karang yang telah digunakan dalam penelitian rehabilitasi karang di Perairan Pulau Tikus. Metode tersebut dinilai memiliki potensi tingkat kelangsungan hidup karang yang baik pada kedalaman tertentu.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu Anshar Amin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan konservasi tersebut.

"Konservasi membutuhkan aksi nyata dan keterlibatan banyak pihak. Apa yang dilakukan hari ini menjadi langkah positif untuk memulihkan terumbu karang sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut Bengkulu," katanya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, keberadaan terumbu karang di sekitar Pulau Tikus tidak hanya penting bagi wisata bahari. Ekosistem tersebut juga menjadi habitat berbagai biota laut sekaligus berperan sebagai salah satu perlindungan alami kawasan pesisir.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan penanaman 760 bibit tersebut merupakan langkah awal dari upaya pemulihan ekosistem Pulau Tikus.

"Penanaman ini bukan sekadar menambah jumlah terumbu karang, tetapi menjadi langkah awal untuk memulihkan ekosistem Pulau Tikus. Kami menargetkan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 80 persen, sehingga pemantauan dan perawatan perlu dilakukan bersama," ujarnya.

Pertamina juga melibatkan masyarakat, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) binaan perusahaan. Pelibatan masyarakat dinilai penting agar kegiatan konservasi tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pemantauan dan perawatan terumbu karang.

"Dengan melibatkan masyarakat dan Pokdarwis, kami berharap kepedulian terhadap kelestarian Pulau Tikus dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," sambungnya.

Pertamina menyebut kegiatan konservasi tersebut sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang ekosistem laut dan tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas penyelam, Pokdarwis, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta mempertahankan Pulau Tikus sebagai salah satu kawasan wisata bahari Bengkulu.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads