Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dilakukan di wilayah Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Estimasi luasan karhutla di lokasi itu mencapai 200 hektare lebih.
"Untuk lokasi Tulung Selapan, masih dalam proses perhitungan luasan, estimasi awal sekitar 200 hektare lebih. Saat ini penanganan pemadaman dikerjakan bersama dengan RPK dari Sinarmas, didukung ekskavator dan water bombing," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Senin (10/8/2026).
Luasan karhutla itu kian meluas dibandingkan awal terjadi yang hanya sekitar 8 hektare pada Rabu (5/8). Bahan bakaran yang melimpah membuat lokasi itu mudah terbakar dan meluas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi bahan bakaran melimpah dan sangat mudah terbakar," katanya.
"Kondisi sumber air terbatas, akses juga lumayan berat sehingga pergerakan pasukan dan alat dibantu ekskavator menuju titik-titik pemadaman," sambungnya.
Ferdian mengungkapkan pemadaman di area karhutla itu juga dengan menambah dua regu dan personel dari Jambi. Bantuan pemadaman itu mengingat wilayah karhutla yang berpotensi meluas.
"Kondisi per kemarin sudah mulai tersekat sehingga penjalaran api sudah mandek," katanya.
Terkait kepemilikan lahan ini, dia menyebut masih dalam penelusuran. Termasuk dugaan penyebab lahan itu terbakar hingga ratusan hektare.
"Lokasi karhutla di Tulung Selapan yang besar ini sedang kami telusuri kebun siapa. Namun, kami menduga milik salah satu perusahaan yang juga berbatasam dengan perusahaan lain yang juga ikut membantu dengan mengirimkan 4 unit helikopter water bombing," ungkapnya.
Ferdian juga menduga, karhutla besar yang terjadi di Tulung Selapan sebagai biang asap yang sempat masuk ke Palembang sejak Rabu (5/8) sore.
"Ada beberapa titik memang yang terbakar, hanya saja yang besar ini di situ. Itu yang kita konfirmasi sebagai biang asap yang sempat masuk Palembang," tukasnya.
