Viral Video Santri di Banyuasin Mata Lebam Diduga Dipukul Ustaz Ponpes

Sumatera Selatan

Viral Video Santri di Banyuasin Mata Lebam Diduga Dipukul Ustaz Ponpes

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 09 Agu 2026 09:00 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi kekerasan anak (Edi Wahyono)
Banyuasin -

Video seorang santri dengan kondisi mata lebam viral di media sosial. Dalam video tersebut, ayah korban mengungkap anaknya diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang pengajar atau ustaz di salah satu pesantren kawasan Jakabaring, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dalam video yang beredar, terlihat mata korban dibagian kanan merah. Sang ayah juga merekam pertemuannya dengan pria yang disebut sebagai orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya.

Informasi yang diperoleh, korban merupakan santri berinisial RFA alias A. Peristiwa dugaan kekerasan itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sore saat pesantren tengah menggelar kegiatan tasyakuran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah korban, Lukmanul Hakim (42), kemudian membuat laporan ke Polda Sumsel pada 2 Agustus 2026. Dalam laporan tersebut ayah korban mengungkapkan, awalnya korban bersama seorang temannya diminta masuk ke masjid untuk mengikuti kegiatan tasyakuran. Saat itu, terduga pelaku berinisial D marah kepada teman korban.

Teman korban kemudian diduga ditampar. Korban yang melihat kejadian tersebut kemudian diduga dianggap menantang terlapor.

ADVERTISEMENT

"Ngapo kau nantang apo," demikian ucapan yang tercantum dalam laporan.

Korban kemudian menjawab, "Tidak, Ustad."

Namun, terlapor diduga kembali melakukan kekerasan dengan memukul korban sebanyak dua kali. Pukulan tersebut mengenai bagian sekitar mata korban hingga membuatnya terduduk.

Setelah kejadian, korban dibawa ke kamar di mana ustad tersebut sempat meminta maaf dan memberikan obat urut. Korban kemudian menghubungi orang tuanya dan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Kondisi korban yang mengalami lebam pada bagian mata kemudian direkam oleh ayahnya dan video tersebut beredar di media sosial.

Atas kejadian itu, keluarga korban memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya ke Polda Sumsel. Kasus dugaan kekerasan terhadap korban kini telah ditangani aparat kepolisian.

Saat ini, korban dibawa pulang ke rumah oleh orang tuanya. Menurut ayah korban, anaknya mengalami trauma atas kejadian tersebut.

"Usai kejadian, langsung saya bawa pulang dan sudah izin dengan pihak sekolah," pungkasnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads