Viral Cacing dan Ulat Ada di Menu MBG Musi Rawas, Ini Kata SPPG

Sumatera Selatan

Viral Cacing dan Ulat Ada di Menu MBG Musi Rawas, Ini Kata SPPG

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Jumat, 07 Agu 2026 09:00 WIB
Menu MBG di Musi Rawas ada cacing hingga ulat
Menu MBG di Musi Rawas ada cacing hingga ulat (Foto: Istimewa/Tangkapan layar)
Musi Rawas -

Viral di media sosial adanya temuan cacing dan ulat di menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Menanggapi temuan tersebut, pihak SPPG Haza Al-Zein yang mengurus MBG di wilayah tersebut buka suara.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/7/2026). Dalam video yang beredar, terlihat seekor cacing masih hidup bergerak di sela-sela sayur selada yang diduga merupakan bagian dari menu MBG tersebut. Kemudian ada juga video seekor ulat berada di buah jeruk dan oseng tempe buncis di salah satu ompreng milik siswa.

Dampak dari peristiwa tersebut membuat dua desa di Kecamatan STL Ulu Terawas yakni Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu menolak penyaluran MBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala SPPG Haza Al-Zein STL Ulu Terawas, Septa Arya Nugraha mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti video viral serta laporan terkait adanya temuan cacing dan ulat tersebut. Kemudian ia juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan. Setiap laporan yang masuk menjadi perhatian serius bagi kami dan langsung dilakukan evaluasi sesuai dengan prosedur yang berlaku," katanya, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

la menjelaskan penerima MBG dari SPPG Haza Al-Zein ada tiga desa yakni Sukamana, Sukamerindu, dan Kasgoro.

"Untuk total dapur kita penerimanya ada 1.705 orang, kemudian ada sebanyak 719 penerima dengan satu SD dan satu TK di Desa Sukamana," sebutnya.

Septa mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pertemuan kepada para pihak yang terdampak akibat penemuan tersebut. Ia mengungkapkan saat ini Desa Sukamana dan Desa Sukamerindu telah menerima penyaluran MBG kembali.

"Sudah ada pertemuan dan sudah clear. Kita sudah menyampaikan siap berbenah agar tidak ada keluhan lagi dan memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkapnya.

Septa menjelaskan sayuran yang digunakan pihak dapur berasal dari pemasok dan telah melalui proses seleksi. Meskipun begitu, sayur yang dipakai tetap memiliki potensi membawa organisme dari luar.

"Oleh karena itu, ke depannya pihak dapur akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pengawasan pada setiap tahapan pengolahan guna meminimalisir kemungkinan hal serupa terjadi kembali," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Musi Rawas Tommy menegaskan operasional Dapur SPPG Haza Al-Zein selama ini berada dalam pengawasan dan pemantauan secara berkala sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

"Seluruh proses penyelenggaraan makanan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian, dilaksanakan sesuai SOP. Kami juga melakukan pengawasan dan monitoring secara rutin untuk memastikan kualitas serta keamanan pangan tetap terjaga," katanya.

Tommy menegaskan laporan terkait adanya temuan cacing dan ulat yang beredar tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya serta dapur SPPG yang bersangkutan.

"Terkait penemuan tersebut, kita sudah lakukan medias kepada penerima B3 (Balita, Ibu Hamil dan Menyusui) di dua desa yakni Desa Sumakana dan Sukamerindu. Kemudian kita juga sudah melakukan pertemuan dengan wali murid dan pihak dapur serta pihak sekolah di satu SD dan satu TK di Desa Sukamana," ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, Tommy mengatakan hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh untuk semua dapur di Kabupaten Musi Rawas.

"Pihak SPPG Haza Al-Zein juga sudah melakukan evaluasi internal serta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam pelaksanaan program MBG ini," tuturnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads