Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut OKI-Muara Enim Dilanjutkan

Sumatera Selatan

Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut OKI-Muara Enim Dilanjutkan

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 04 Agu 2026 12:00 WIB
Pemadaman dilakukan personel Manggala Agni di wilayah Kayu Agung, OKI.
Pemadaman dilakukan personel Manggala Agni di wilayah Kayu Agung, OKI. (Foto: Istimewa/Manggala Agni)
Muara Enim -

Sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, masih diupayakan pemadaman lanjutan Selasa (4/8/2026). Dari delapan lokasi karhutla yang ditangani Manggala Agni, empat lokasi masih belum padam dengan luasan lahan terbakar mencapai belasan hektare (sebagian belum terkonfirmasi luasan lahan terbakar).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan penanganan pemadaman oleh personel Manggala Agni dilakukan di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

"Masih ada beberapa titik yang membutuhkan pemadaman lanjutan hari ini, terutama di wilayah OKI, Banyuasin, dan Muara Enim," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Di wilayah kerja Daops OKI, terdapat dua lokasi yang masih menjadi fokus pemadaman lanjutan, yakni di Lebak Pancur, Kedaton, Kayu Agung, dengan estimasi luas lahan terbakar sekitar 8 hektare,. Satu lagi di Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, dengan estimasi luas lahan terbakar sekitar 6 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, di wilayah kerja Daops Lahat, kebakaran di Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, dengan estimasi luas sekitar 2,5 hektare juga masih memerlukan pemadaman lanjutan.

Selain itu, personel Manggala Agni turut membantu penanganan karhutla di Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. Hingga kini proses pemadaman masih berlangsung, sedangkan estimasi luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan.

ADVERTISEMENT

Ferdian menjelaskan upaya pemadaman di OKI, menghadapi berbagai kendala. Lokasi kebakaran didominasi lahan gambut dengan bahan bakaran melimpah, sehingga api mudah bertahan di bawah permukaan.

Selain itu, akses menuju lokasi cukup sulit, sumber air mulai terbatas, dan angin kencang pada siang hari mempercepat penyebaran api.

"Karakteristik lahan gambut, keterbatasan sumber air, akses menuju lokasi, serta angin kencang menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman," ujarnya.

Ia menambahkan, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, regu pemadam kebakaran (RPK) perusahaan, TNI, Polri, hingga dukungan helikopter water bombing untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Sementara itu, beberapa titik lainnya telah berhasil dipadamkan di wilayah OKI. Di antaranya di Tanjung Lubuk seluas 10 hektare dan Cinta Jaya, Pedamaran seluas 4 hektare.

Kemudian karhutla di Sungai Rambutan, Indralaya Utara, seluas 1,5 hektare yang sebelumnya mengalami perluasan akibat api kembali menyala. Terakhir di Arisan Jaya, Banyuasin, masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads