29 Guru Honorer Kota Metro Lampung Dirumahkan Tanpa Kejelasan

Lampung

29 Guru Honorer Kota Metro Lampung Dirumahkan Tanpa Kejelasan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 03 Agu 2026 18:40 WIB
Puluhan guru honorer di Kota Metro, Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota.
Foto: Puluhan guru honorer di Kota Metro, Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota. (Dok. Istimewa)
Metro -

Puluhan guru honorer di Kota Metro, Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota, Senin (3/8/2026). Mereka menuntut Pemerintah Kota Metro mengembalikan 29 guru honorer ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) setelah dirumahkan.

Aksi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kota Metro, Abdulhak, yang mengaku sengaja turun mendampingi para guru karena menilai persoalan tersebut belum mendapat penyelesaian dari pemerintah daerah.

"Saya mendampingi khusus tenaga guru honorer yang dirumahkan. Pengabdian mereka sudah lama, tapi justru dikeluarkan dari data Dapodik," kata Abdulhak di sela aksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Abdulhak, tuntutan para guru hanya meminta agar nama mereka dimasukkan kembali ke dalam Dapodik sehingga dapat kembali menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik.

Ia menyebut terdapat kejanggalan dalam kebijakan tersebut. Dari total guru dengan kondisi serupa, hanya 29 orang yang dirumahkan, sedangkan tujuh guru lainnya tetap bertugas.

ADVERTISEMENT

"Mereka hanya meminta dimasukkan kembali ke Dapodik. Yang menjadi pertanyaan, kenapa ada tujuh guru dengan persoalan yang sama tetapi tidak dirumahkan," ujarnya.

Abdulhak meminta Pemerintah Kota Metro segera memberikan penjelasan terkait perbedaan perlakuan tersebut. Ia menegaskan pihaknya tidak meminta tujuh guru lainnya ikut diberhentikan, melainkan menginginkan adanya kepastian dan perlakuan yang adil bagi seluruh guru honorer.

Ia juga mengungkapkan persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPRD. Namun hingga kini belum ada titik temu dengan Dinas Pendidikan Kota Metro.

"Kami berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan ini karena pembahasan dengan dinas sudah deadlock," katanya.

Abdulhak mengancam akan membawa persoalan itu ke Ombudsman apabila tidak ada langkah penyelesaian dari pemerintah daerah.

"Kalau memang tidak ada upaya penyelesaian, saya akan uji persoalan ini ke Ombudsman sebagai bentuk perjuangan untuk 29 guru honorer," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, situasi sempat memanas ketika massa berupaya memasuki area Kantor Wali Kota Metro. Aksi saling dorong dengan petugas keamanan sempat terjadi, namun ketegangan berhasil diredam sehingga demonstrasi tetap berlangsung kondusif.

Hingga aksi berlangsung, para guru honorer masih bertahan di depan Kantor Wali Kota Metro. Mereka menunggu pemerintah daerah menemui perwakilan massa dan memberikan penjelasan terkait tuntutan pengembalian 29 guru honorer ke dalam Dapodik.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads