Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Palem Raya, tepatnya di sekitar Tol Palindra Kilometer 18, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla terjadi pada Sabtu (1/8/2026). Kebakaran terjadi di lahan rawa berstatus areal penggunaan lain (APL) milik masyarakat.
"Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 14 hektare. Hingga proses pemadaman selesai, masih terdapat asap tipis di tengah. Namun, api sudah clear tadi malam. Untuk memastikan kembali, hari ini akan dicek ulang dan patroli," ujar Ferdian, Minggu (2/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, api yang berada di tengah akan mati sendiri karena memakan bahan bakaran sisa dan tidak akan menyebar ke titik lain.
"Karena sudah basah, ada juga yang sudah kemakan di awal kan. Jadi perimeter dipastikan aman dulu dan kepala api dimatikan, perimeter diamankan," terangnya.
"Re-check dan patroli udara dan darat lagi akan dilakukan pagi ini," sambungnya.
Dalam kejadian itu, informasi awal kebakaran diterima tim patroli Manggala Agni dari petugas Tol Palindra yang melaporkan adanya kebakaran di Km 18 Desa Palem Raya. Setelah menerima laporan tersebut, dua regu Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin diterjunkan melakukan pemadaman darat.
"Tim langsung melakukan respons cepat begitu menerima informasi. Pemadaman dimulai pukul 14.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 19.02 WIB," ujarnya.
Vegetasi yang terbakar didominasi belidang, semak belukar, gelam, dan akasia dengan tipe kebakaran permukaan di atas tanah rawa.
Dalam operasi pemadaman, Manggala Agni didukung personel TNI, Polri, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, petugas Tol Palindra, dan satu unit water bombing.
"Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan titik api tidak kembali meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla," tukasnya.
