Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, ditargetkan selesai pada awal Agustus 2026. Saat ini progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pekerjaan konstruksi terus dipercepat agar jembatan yang akan menjadi akses penghubung masyarakat itu segera bisa difungsikan.
"Perkembangannya sangat signifikan. Paling lambat akhir Juli atau awal Agustus 2026 sudah selesai," kata Kristomei kepada wartawan di Mapolda Lampung, Selasa (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kristomei menjelaskan, pekerjaan utama pada jembatan hampir seluruhnya telah rampung. Plat lantai jembatan telah terpasang, begitu juga pembangunan tanggul penahan di sisi kiri dan kanan jembatan.
Menurutnya, saat ini pengerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir sebelum jembatan dinyatakan layak digunakan.
"Progresnya sudah sekitar 90 persen. Plat lantai sudah terpasang, tanggulnya juga sudah selesai. Tinggal finishing," ujarnya.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu menunggu proses peresmian untuk menggunakan jembatan tersebut. Begitu seluruh pekerjaan selesai dan dinyatakan aman, jembatan akan langsung dibuka.
"Tidak ada peresmian. Kalau sudah selesai dan siap, langsung digunakan masyarakat," tegasnya.
Jembatan Perintis Garuda mulai dibangun pada 1 April 2026 sebagai solusi atas terputusnya akses warga di Kecamatan Way Bungur. Kehadiran jembatan itu diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat pelayanan publik.
Sebelumnya, persoalan akses di Way Bungur sempat menjadi perhatian nasional setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau jembatan yang rusak di wilayah tersebut pada pertengahan Juli 2026. Saat itu, Gibran menyebut pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan agar kendaraan roda dua bisa melintas.
Dalam kunjungannya, Gibran juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur permanen serta menghentikan saling lempar tanggung jawab terkait penanganan akses masyarakat.
Dengan progres pembangunan yang kini mencapai 90 persen, Jembatan Perintis Garuda ditargetkan mulai dapat dilintasi warga pada awal Agustus 2026.
