Suasana berbeda terlihat setiap Minggu pagi di kawasan Pasar Burung Palembang. Sejak Car Free Day (CFD) digelar, lokasi ini menjelma menjadi 'kebun binatang dadakan' yang dipadati pengunjung, terutama keluarga yang membawa anak-anak.
Sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan untuk melihat beragam satwa yang dijajakan pedagang. Mulai dari aneka jenis burung, ayam, bebek, ikan hias, kelinci, kucing, kura-kura, iguana hingga berbagai jenis reptil lainnya.
Bagi anak-anak, pasar ini menjadi tempat favorit untuk mengenal satwa dari jarak dekat. Mereka tampak antusias menunjuk kandang-kandang berisi hewan sambil sesekali meminta orang tuanya membeli peliharaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hewan yang paling banyak menarik perhatian adalah burung lovebird. Burung berukuran mungil dengan bulu berwarna-warni itu menjadi primadona di antara ratusan satwa yang dijual.
Lovebird dengan warna hijau, biru, kuning hingga kombinasi warna lain terlihat menghiasi deretan lapak pedagang. Tak sedikit pengunjung yang berhenti cukup lama untuk memilih burung favorit sebelum akhirnya membelinya.
Pedagang burung, Dika (44), mengatakan keramaian pasar burung paling terasa setiap Minggu pagi. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga sekadar menikmati suasana sambil mengajak anak-anak melihat berbagai satwa.
"Kalau hari Minggu memang paling ramai. Sejak pagi sampai sekitar jam 09.00 WIB pengunjung terus berdatangan," kata Dika.
Menurutnya, lovebird menjadi jenis burung yang paling banyak dicari pembeli. Selain memiliki warna yang menarik, burung tersebut juga banyak dipelihara karena mudah dirawat dan memiliki suara yang khas.
"Harganya tergantung warna dan jenisnya. Yang paling murah sekitar Rp 180 ribu, sedangkan yang kualitas bagus atau bermata merah bisa mencapai Rp 700 ribu," ujarnya.
Ditambahkan Dika, saat akan jam tutup pukul 09.00 WIB pembeli mulai ramai. Mereka sengaja beli saat jam tutup karena harga sedikit lebih murah.
"Saat mau tutup lapak pasti ramai pembeli," ujarnya.
Dika menyebut, ia hanya menjual burung hari Minggu saja. Sebab, di hari Minggu pagi dan saat adanya CFD ini pengunjung tambah ramai apalagi anak-anak.
Sementara itu, salah seorang pembeli bernama Tiara dan kekasihnya dari mengikuti CFD, ia sengaja datang ke pasar burung untuk membeli lovebird berwarna hijau. Sepasang kekasih ini terlihat sedang melihat-lihat lovebird yang akan dibelinya.
"Mau beli lovebird karena warnanya cantik dan suaranya merdu. Tadi dikasih Rp 500 ribu sepasang," ujarnya.
Selain lovebird, sejumlah jenis burung lain seperti perkutut, parkit, gelatik hingga burung batu juga cukup diminati para pehobi.
Bagi sebagian warga, pasar burung kini tak lagi sekadar tempat jual beli satwa. Kehadirannya telah menjadi destinasi wisata murah meriah bagi keluarga untuk menghabiskan akhir pekan sekaligus mengenalkan anak-anak pada beragam jenis hewan tanpa harus pergi ke kebun binatang.
