Maraknya keterlibatan pelajar dalam aksi geng motor di Kota Bengkulu membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu mengambil langkah cepat. Seluruh tingkat satuan pendidikan baik SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu diinstruksikan melaksanakan pemeriksaan atau razia telepon genggam (HP) siswa sebagai upaya pencegahan.
Kebijakan tersebut diterapkan setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Langkah itu diambil menyusul ditemukannya sejumlah pelajar SMA dan SMK yang diamankan dalam operasi penertiban terkait aktivitas geng motor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mengatakan pemeriksaan HP merupakan salah satu langkah preventif untuk memutus komunikasi maupun ajakan yang mengarah pada aktivitas geng motor.
"Kami tidak ingin semakin banyak pelajar yang terlibat dalam geng motor. Karena itu sekolah kami minta melakukan pemeriksaan HP selama tiga hari sebagai langkah pencegahan dini. Bersamaan dengan itu, pengawasan dari sekolah dan orang tua juga harus diperkuat," kata Zulhendri, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, instruksi tersebut berlaku bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Selain pemeriksaan HP, pihak sekolah diminta meningkatkan pembinaan karakter serta mengawasi aktivitas peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam belajar.
Zulhendri menegaskan penanganan persoalan geng motor tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam mencegah pelajar terlibat dalam kenakalan remaja.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengatakan usulan pemeriksaan HP disampaikan pihaknya kepada Dinas Pendidikan sebagai bentuk antisipasi terhadap maraknya komunikasi antarpelajar yang diduga berkaitan dengan aktivitas geng motor.
"Kami mengusulkan agar dilakukan pemeriksaan HP di sekolah sebagai langkah pencegahan. Alhamdulillah usulan ini langsung direspons oleh Dinas Pendidikan Provinsi karena persoalan geng motor yang melibatkan pelajar sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Sahat.
Sahat menjelaskan pemeriksaan HP bukan bertujuan menghukum siswa, melainkan sebagai langkah edukatif untuk mendeteksi lebih dini potensi keterlibatan pelajar dalam kelompok geng motor maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.
"Saat kami razia sejumlah pelajar akan tawuran, saat diperiksa isi hp pelajar ditemukan group percakapan ajakan geng motor, penemuan ini kami sampaikan ke diknas provinsi," jelas Sahat.
Dalam pelaksanaannya, sekolah diminta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, proporsional, serta memperhatikan hak privasi peserta didik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan prinsip perlindungan anak.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dapat menekan keterlibatan pelajar dalam aksi geng motor sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Bengkulu tetap kondusif.
Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
(dai/dai)