Nyamuk demam berdarah atau Aedes aegypti menyukai genangan air bersih untuk bertelur. Ketika kemarau terjadi, sisa-sisa air di tempat penampungan, ban bekas, atau pot bunga sering menjadi lokasi favoritnya. Lalu, bagaimana ciri-ciri nyamuk penyebab penyakit DBD ini?
DBD adalah singkatan dari demam berdarah dengue yang terjadi di musim hujan dan kemarau. Nyamuk penular DBD bisa berkembang biak di air tidak mengalir dengan suhu hangat serta menyebarkan penyakit dengan cepat.
Suhu udara yang tinggi membuat nyamuk menjadi aktif dan mereka cepat menggigit. Tak hanya itu, kondisi kemarau yang panas bisa membuat umur nyamuk DBD lebih panjang. Akibatnya, virus dengue yang mereka bawa lebih cepat berpindah ke tubuh manusia melalui gigitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri-ciri Nyamuk Demam Berdarah
Dikutip laman Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, nyamuk DBD dapat dibedakan dengan jenis nyamuk. Hal itu bisa terlihat dari warna, bentuk, hingga pola lainnya. Berikut ini beberapa ciri-cirinya:
1. Warna nyamuk hitam dengan bercak putih pada badan dan kaki.
2. Tempat hidup dan berkembang biak dalam rumah.
3. Hidup pada pakaian yang tergantung, kelambu, serta di tempat yang gelap dan lembang.
4. Menggigit di siang hari.
5. Tempat perlindungannya berada di genangan air yang tidak terhubung dengan tanah, misalnya bak mandi, gentong, ban bekas, dan vas bunga.
Gejala DBD Serius
Penyakit DBD virus DENV yang dibawa nyamuk betina memiliki masa inkubasi selama satu pekan. Menurut Kementerian Kesehatan, gejala paling umum dari penyakit ini adalah demam tinggi sepanjang hari. Adapun gejala pendukung lainnya sebagai berikut:
- Mual dan muntah
- Nyeri otot, sendi, dan tulang
- Nyeri pada bagian belakang mata
- Pembengkakan kelenjar
- Muncul bintik-bintik merah atau ruam di kulit
Untuk ruam biasanya berwarna merah cerah dan bisa muncul pertama kali di tungkai bawah dan dada. Bintik demam berdarah ini biasanya muncul di hari ketika ketika terinfeksi. Masa bertahannya selama dua hingga tiga hari setelah muncul bintik-bintik.
Kemudian, fase demam terjadi selama 2-7 hari. Sementara fase kritis demam berdarah selama 24-48 jam setelahnya. Setelah melewati fase kritis, seseorang yang terinfeksi akan memasuki fase penyembuhan dan pemulihan.
Cara Mencegah Terjangkit DBD
Pencegahan penyakit DBD dapat dilakukan menggunakan metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus sebagai langkah pencegahan DBD. Adapun penjelasannya yakni:
1. Menguras: Membersihkan tempat atau wadah penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan tempat air minum.
2. Menutup: Tidak Membiarkan terbuka tempat-tempat penampungan air, seperti kendi, toren air, dan drum.
3. Memanfaatkan kembali: Menggunakan kembali barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.
Adapun tambahan gerakan 3M plusnya sebagai berikut:
- Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang tidak mudah untuk dibersihkan.
- Menggunakan obat nyamuk untuk pencegahan gigitan atau penularan dari Aedes aegypti.
- Menggunakan kelambu di kamar atau tempat tidur.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender dan geranium.
- Memelihara ikan yang dapat memangsa jentik nyamuk.
- Mengubah kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk.
- Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah
Itulah penjelasan mengenai nyamuk demam berdarah yang menjadi penyebab DBD. Semoga membantu, ya.
Simak Video "3 Upaya Pencegahan DBD Menurut Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
