Video memperlihatkan dua siswi salah satu SMP Negeri di Kota Bengkulu berkelahi di lingkungan sekolah viral di media sosial. Saat ini kasus tersebut sudah diselesaikan oleh pihak sekolah.
Dalam video yang beredar, salah satu siswi tampak menarik jilbab lawannya hingga memicu perkelahian. Keduanya kemudian saling tarik rambut hingga salah satu siswi terjatuh ke lantai.
Di tengah peristiwa tersebut, siswi yang menjadi korban terdengar beberapa kali memohon agar perkelahian dihentikan. Sejumlah siswa yang berada di sekitar lokasi hanya menyaksikan kejadian itu. Tak lama kemudian, seorang siswi lain datang untuk melerai sehingga perkelahian berhasil dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi video viral tersebut, Wakil Kepala SMP Negeri 2 Kota Bengkulu Rudi Hartono memastikan peristiwa itu telah ditangani oleh pihak sekolah. Ia menegaskan insiden tersebut bukan merupakan kasus perundungan atau bullying.
"Ini bukan kasus perundungan. Peristiwa tersebut terjadi karena adanya selisih paham antara kedua siswi yang kemudian berujung pada perkelahian," katanya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Rudi, setelah kejadian berlangsung, pihak sekolah langsung memanggil kedua siswi yang terlibat beserta pihak terkait untuk dimintai keterangan. Sekolah juga memberikan pembinaan dan melakukan mediasi sehingga keduanya sepakat berdamai.
"Kedua siswi sudah kami panggil, diberikan pembinaan, dan sudah dilakukan perdamaian. Kami berharap persoalan ini tidak kembali terulang," ujarnya.
Rudi juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial. Menurutnya, pihak sekolah telah menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme pembinaan sesuai aturan yang berlaku.
"Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan isi video yang beredar. Sekolah telah menangani persoalan ini secara internal dengan mengedepankan pembinaan terhadap peserta didik," ungkapnya.
