Istri Pembakar 11 Rumah di Lubuklinggau Sujud Minta Maaf ke Para Korban

Sumatera Selatan

Istri Pembakar 11 Rumah di Lubuklinggau Sujud Minta Maaf ke Para Korban

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Selasa, 21 Jul 2026 09:01 WIB
Istri korban sujud meminta maaf kepada korban kebakaran di Lubuklinggau
Foto: Istri korban sujud meminta maaf kepada korban kebakaran di Lubuklinggau (Dok. Istimewa)
Lubuklinggau -

Sebanyak 10 rumah dan satu gudang di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ludes terbakar akibat sengaja dibakar oleh pria berinisial MSE (32). Motifnya karena tersangka sakit hati setelah dilaporkan istrinya, SU ke polisi atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Diketahui peristiwa kebakaran itu terjadi di Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Meskipun turut menjadi korban, istri tersangka yakni SU tetap datang ke lokasi kejadian dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban kebakaran tersebut. Bahkan ia nekat sujud didepan para korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami keluarga memang sepakat, meskipun kami juga korban, kami datang meminta maaf. Dimaafkan syukur, tidak juga kami tetap tulus meminta maaf. Makanya sejak kemarin kami hadir menemui korban lainnya," kata Bibik korban berinisial RN, Senin (20/7/2026).

Meskipun begitu, RN mengaku hingga kini belum ada itikad baik dari keluarga tersangka untuk menemui ataupun menanyakan kondisi para korban kebakaran serta SU.

ADVERTISEMENT

"Gak ada mereka datang, cuma kami yang datang untuk meminta maaf. Pasca kasus KDRT juga gak ada datang atau menanyakan kondisi di sini," ungkapnya.

RN menceritakan awalnya korban sudah tidak lagi tinggal di rumahnya yang berada di Kelurahan Marga Mulya. Kemudian ibu korban yakni Romsiyah juga memilih meninggalkan rumahnya yang berada di Kelurahan Jawa Kanan SS.

"Keduanya mengungsi ke rumah kerabat di Kelurahan Mesat Jaya karena khawatir menjadi sasaran pelaku ini setelah melaporkan kasus KDRT ke polisi," katanya.

RN mengungkapkan jika korban sudah berencana mengajukan gugatan cerai setelah menjadi korban KDRT tersebut. Namun sebelum rencana itu terlaksana, rumah keluarga mereka justru dibakar oleh tersangka.

"Setelah itu keponakan saya ini sudah berencana mengajukan cerai, eh malah ada kejadian ini. Mungkin suaminya mengira ada mertua dan istrinya di dalam rumah itu makanya dibakar," ungkapnya.

Ia mengungkapkan semua harta benda yang ada di rumah tersebut ludes terbakar. Bahkan uang sebesar Rp 25 juta untuk modal adik korban menikah juga ikut terbakar.

"Semua barang ludes, termasuk uang Rp 25 juta hasil panen kopi yang baru dicairkan dari bank untuk persiapan pernikahan adik bungsu korban awal Agustus nanti," jelasnya.

RN juga membenarkan dugaan bahwa aksi KDRT yang dilakukan tersangka dipicu karena korban melaporkannya ke polisi. Sebelum itu, tersangka disebut sempat mengganggu adik iparnya yang sedang pulang dari tempat kerja.

"Pas keponakan saya sedang makan, dia tiba-tiba dilempar menggunakan timbangan oleh suaminya. Penyebab KDRT memang karena ganggu adik iparnya. Kebetulan adik korban ini kerja di salah satu bank di Tebing Tinggi, kalau libur pulang ke Lubuklinggau," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar mengatakan saat ini MSE telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT. Polisi juga masih mendalami tindak pidana pembakaran serta penyalahgunaan narkoba yang dilakukan tersangka.

"Untuk yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus KDRT. Untuk kasus pembakaran masih dilakukan penyelidikan dan nanti akan kita tetapkan juga. Untuk hasil urine tersangka yang positif akan didalami oleh pihak Satnarkoba Polres Lubuklinggau," katanya.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku sadar dengan apa yang dilakukannya dan menyesal telah melakukan aksi pembakaran tersebut.

"Dia melakukan aksi pembakaran dengan sadar. Pas ditanya, dia mengaku menyesal," tuturnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads