Pria di Banyuasin Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Sumatera Selatan

Pria di Banyuasin Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 13 Jul 2026 18:00 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri (Foto: Mindra Purnomo)
Banyuasin -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pria di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berinisial HD (33) ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi rumahnya. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya setelah beberapa hari sebelumnya berhenti bekerja sebagai sopir.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi yang didapat dari polisi, jasad korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya yang curiga karena korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi.

Setelah beberapa kali dipanggil namun tidak memberikan respons, pihak keluarga akhirnya membuka paksa pintu kamar mandi. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan tali terkait di leher korban.

ADVERTISEMENT

Polisi kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memintai keterangan sejumlah saksi.

Dari hasil keterangan sementara, aksi itu dilakukan korban diduga korban mengalami tekanan setelah tidak lagi bekerja sebagai sopir. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Setelah itu, jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Banyuasin untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum akhirnya dibawa pulang ke rumah duka.

Kasi Humas Polres Banyuasin Iptu Abu Bakar mengatakan pihak kepolisian telah melakukan seluruh prosedur penanganan, termasuk memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai pentingnya autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

"Personel Polsek Banyuasin III bersama Tim Inafis dan Unit Reskrim telah melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis. Kami juga telah menjelaskan prosedur autopsi, namun keputusan tersebut merupakan hak keluarga yang dalam hal ini telah menyampaikan penolakan secara tertulis," katanya dari keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Senin (23/7/2026).

Menurutnya, keluarga korban memutuskan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara tertulis.

Meski demikian, Abu Bakar menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap peristiwa yang membutuhkan penanganan kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads