Siswi SMP yang Terjun dari Atas Jembatan Depresi Dituduh Suka Sesama Jenis

Sumatera Selatan

Siswi SMP yang Terjun dari Atas Jembatan Depresi Dituduh Suka Sesama Jenis

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Rabu, 01 Jul 2026 20:30 WIB
Dinas P3A Musi Rawas lakukan pendampingan terhadap siswi SMP yang terjun dari jembatan
Dinas P3A Musi Rawas lakukan pendampingan terhadap siswi SMP yang terjun (Foto: Istimewa/Dinas P3A Musi Rawas)
Musi Rawas -

Siswi SMP di Musi Rawas, Sumatera Selatan, berinisial D (15) yang nekat terjun dari Jembatan Beliti depresi dituduh suka sesama jenis. Isu tersebut beredar karena korban meninggalkan sepucuk surat untuk teman perempuannya berinisial N.

Kepala UPT PPA Dinas P3A Musi Rawas Joni Candra mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban yang masih dirawat di Rumah Sakit dr Sobirin Muara Beliti pada Rabu (1/7/2026).

"Korban saat ini sudah didampingi oleh orang tuanya, Dinas PPA, Dinas Sosial, serta psikolog Irwantoni. Hasil konsultasi menunjukkan kondisi anak cukup baik dan traumanya tidak terlalu berat sehingga cukup satu kali konsultasi," katanya, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joni mengungkapkan pihaknya telah mendalami isu yang berkembang di masyarakat terkait dugaan korban memiliki hubungan asmara sesama jenis karena ia sempat meninggalkan sepucuk surat sebelum terjun dari atas jembatan.

"Kita sudah memastikan korban yang nekat melompat dari atas Jembatan Beliti itu tidak memiliki hubungan sesama jenis seperti isu yang beredar di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Setelah kami dalami melalui staf kami, tidak ada hubungan sejenis itu. Korban mengaku tidak memiliki hubungan apa pun, dia hanya tidak memiliki banyak teman dan tempat bercerita sehingga ia hanya dekat dengan satu orang saja yakni N," sambungnya.

Berdasarkan pengakuan korban, kata Joni, ia hanya dekat dengan sahabatnya N yang sering menjadi tempat ia bercerita. Namun setelah muncul isu tersebut, teman-temannya hingga N mulai menjauhi korban.

"Kondisi itu membuat korban merasa depresi karena kehilangan teman. Di rumah juga sempat dimarahi orang tuanya yang termakan isu yang berkembang tersebut," ujarnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Joni mengatakan pihaknya telah mengingatkan keluarga korban agar tidak mudah memercayai isu yang belum tentu benar.

Ia juga mengatakan saat ini korban mengaku enggan kembali bersekolah di tempat lamanya karena takut mengalami perundungan atau bullying.

"Korban tidak mau sekolah di sana lagi karena takut dibully. Setelah sembuh, dia ingin pindah sekolah ke Jawa, tempat tinggal nenek dari pihak ayahnya dan orang tuanya juga menyetujui hal tersebut demi kebaikan korban," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, siswi kelas 3 SMP berinisial D nekat melompat dari atas Jembatan Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Musi Rawas, pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban diduga mengalami depresi.

Beruntung, korban tidak hanyut terbawa arus lantaran kondisi sungai sedang tenang. Wargayang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads